Home / Aceh Besar / Pemerintah

Senin, 26 Januari 2026 - 18:51 WIB

Jaga Ketertiban, Satpol PP dan WH Aceh Besar Pasang Spanduk Larangan Berjualan di MPP

mm Redaksi

Petugas Satpol PP dan WH Aceh Besar bersama unsur Forkopimcam Ingin Jaya melakukan pengawasan di sekitar MPP dan Pasar Induk Lambaro untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Senin (26/1/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Petugas Satpol PP dan WH Aceh Besar bersama unsur Forkopimcam Ingin Jaya melakukan pengawasan di sekitar MPP dan Pasar Induk Lambaro untuk menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas, Senin (26/1/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Besar mengimbau para pedagang agar tidak berjualan di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Aceh Besar yang berlokasi di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP dan WH Aceh Besar, Muhajir, SSTP, MPA, sebagai bagian dari upaya penegakan aturan daerah guna menjaga ketertiban, kenyamanan, serta fungsi fasilitas umum.

“Kami mengingatkan para pedagang agar tidak berjualan di badan jalan, trotoar, maupun fasilitas umum lainnya, baik di sekitar MPP Aceh Besar maupun di lokasi lain,” ujar Muhajir saat pemasangan spanduk imbauan di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  Bupati Syech Muharram akan Gelar Apel Akbar Bersama Keuchik dan Mukim Se-Aceh Besar

Ia menjelaskan, larangan tersebut diatur dalam Pasal 43 Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 5 Tahun 2009, yang menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menggunakan prasarana dan/atau fasilitas umum untuk berjualan atau melakukan kegiatan lain yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Adapun prasarana dan fasilitas umum yang dimaksud meliputi badan jalan, trotoar, saluran air atau irigasi, jalur hijau, taman, hutan kota, alun-alun, kolong jembatan, hingga jembatan dan fasilitas penyeberangan.

Baca Juga :  Plt Sekda Aceh Barat Pimpin Rapat Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

“Aturan ini dibuat untuk kepentingan bersama agar fasilitas umum dapat digunakan sebagaimana mestinya serta tidak menimbulkan kemacetan, kesemrawutan, maupun gangguan ketertiban umum,” jelasnya.

Muhajir juga menegaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi sesuai qanun yang berlaku.

“Sanksinya cukup tegas, yakni pidana kurungan paling lama enam bulan dan denda maksimal hingga Rp50 juta. Karena itu, kami berharap masyarakat dapat mematuhi aturan ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Wabup Aceh Besar Ajak ASN dan PPPK Rutin Donor Darah

Selain memasang spanduk imbauan, Satpol PP dan WH Aceh Besar bersama unsur Forkopimcam Ingin Jaya turut melakukan pengawasan di sekitar pintu keluar Pasar Induk Lambaro, guna memastikan tidak ada pedagang yang memanfaatkan badan jalan atau fasilitas umum lainnya sebagai tempat berjualan.

Satpol PP dan WH Aceh Besar berharap melalui sosialisasi dan pemasangan spanduk tersebut, para pedagang dapat lebih memahami aturan yang berlaku dan bersama-sama menjaga ketertiban serta kenyamanan di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Syech Muharram Minta Pembangunan SPAM Aceh Besar-Banda Aceh Dikebut, Guna Jaga Stok Air Saat Kemarau

Aceh Besar

Aceh Besar Terbaik se Aceh dalam pengelolaan Keuangan Tahun 2024

Daerah

Fadhlullah Silaturahmi dengan Direksi PT. PIM, Tegaskan Dukungan Pemerintah Aceh untuk Pengembangan Perusahaan

Aceh Besar

Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup, Bupati Aceh Besar Dorong ASN Tingkatkan Kinerja dan Jaga Lingkungan

Aceh Besar

Disdikbud Aceh Besar Serahkan Donasi Rp158 Juta untuk Korban Banjir, Wabup Syukri Apresiasi Kepedulian Guru dan Siswa

Aceh Besar

SMSI Aceh Besar dan Rutan Jantho Perkuat Sinergi

Aceh Besar

PKK Aceh Besar Dorong Pangan Lokal Jadi Sumber Ekonomi Keluarga

Aceh Barat

RSUD Cut Nyak Dhien Aceh Barat Siapkan Launching Cath Lab dan Fasilitas Kesehatan Baru