Jakarta – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyebut program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) berhasil melahirkan ulama perempuan melalui sistem pendidikan formal.
“Para hadirin bisa menyaksikan kelahiran ulama perempuan yang secara formal mungkin yang pertama dalam sejarah dunia Islam. Inilah pendidikan kader ulama secara formal yang pernah ada,” kata Menag Nasaruddin saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan ke-2 Kader Ulama Masjid Istiqlal, di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).
PKU-MI merupakan program beasiswa pascasarjana (S2 dan S3) hasil kolaborasi LPDP, Kementerian Agama, Kementerian PPPA, serta PTIQ Jakarta. Program ini mencetak ulama global dan moderat dengan spesialisasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta memiliki jalur khusus ulama perempuan.
Pada pengukuhan kali ini, terdapat 33 lulusan S2, 31 kader ulama perempuan lulusan S2, dan 19 lulusan S3. Acara turut dihadiri Menteri PPPA Arifah Fauz, Peneliti Gerakan Islam Kontemporer Mustafa Zahran, serta jajaran PTIQ dan Masjid Istiqlal.
Menag membeberkan bahwa model pendidikan ulama perempuan Istiqlal telah menarik perhatian internasional.
“Ada tokoh bidang pendidikan beberapa waktu yang lalu datang ke Istiqlal juga meminta sistem dan mempelajari model pendidikan kader ulama perempuan dan dia katakan kepada saya, kami baru merencanakan di Mesir tapi Istiqlal dan PTIQ,” ungkapnya.
Ia menegaskan pentingnya kemampuan membaca “dua kitab”—Al-Qur’an dan alam semesta—sebagai fondasi kecerdasan ulama dalam menjawab tantangan zaman.
“PKU Masjid Istiqlal ini harus mampu dan cerdas mengkaji dua kitab ini… kitab makrokosmos itu melahirkan hukum yang kita kenal dengan hukum takwini… kitab mikrokosmos itu juga melahirkan hukum, yaitu hukum tashriq,” jelas Menag.
Ia mendorong lulusan menjaga kesinambungan kajian ilmiah secara rutin.
“Minimum sekali dalam dua minggu, kalau perlu setiap minggu… semua alumni itu… mengkaji kitab-kitab turas… minimum dua kali dalam satu tahun, ada semacam pertemuan reunion di Masjid Istiqlal ini,” pungkasnya.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi










