Home / Daerah

Sabtu, 22 November 2025 - 13:00 WIB

PKU Istiqlal Lahirkan Ulama Perempuan Pertama Secara Formal

mm Redaksi

Menag Nasaruddin saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan ke-2 Kader Ulama Masjid Istiqlal, di Jakarta, Sabtu (22/11/2025). Dok. Kemenag RI

Menag Nasaruddin saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan ke-2 Kader Ulama Masjid Istiqlal, di Jakarta, Sabtu (22/11/2025). Dok. Kemenag RI

Jakarta – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menyebut program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) berhasil melahirkan ulama perempuan melalui sistem pendidikan formal.

“Para hadirin bisa menyaksikan kelahiran ulama perempuan yang secara formal mungkin yang pertama dalam sejarah dunia Islam. Inilah pendidikan kader ulama secara formal yang pernah ada,” kata Menag Nasaruddin saat memberikan sambutan pada acara Pengukuhan ke-2 Kader Ulama Masjid Istiqlal, di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).

Baca Juga :  Idul Adha, Momentum Kepedulian, Silaturahmi, dan Refleksi Diri

PKU-MI merupakan program beasiswa pascasarjana (S2 dan S3) hasil kolaborasi LPDP, Kementerian Agama, Kementerian PPPA, serta PTIQ Jakarta. Program ini mencetak ulama global dan moderat dengan spesialisasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta memiliki jalur khusus ulama perempuan.

Pada pengukuhan kali ini, terdapat 33 lulusan S2, 31 kader ulama perempuan lulusan S2, dan 19 lulusan S3. Acara turut dihadiri Menteri PPPA Arifah Fauz, Peneliti Gerakan Islam Kontemporer Mustafa Zahran, serta jajaran PTIQ dan Masjid Istiqlal.

Baca Juga :  Kapolda Aceh bersama Wakapolda Silaturahmi ke Wali Nanggroe

Menag membeberkan bahwa model pendidikan ulama perempuan Istiqlal telah menarik perhatian internasional.

“Ada tokoh bidang pendidikan beberapa waktu yang lalu datang ke Istiqlal juga meminta sistem dan mempelajari model pendidikan kader ulama perempuan dan dia katakan kepada saya, kami baru merencanakan di Mesir tapi Istiqlal dan PTIQ,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya kemampuan membaca “dua kitab”—Al-Qur’an dan alam semesta—sebagai fondasi kecerdasan ulama dalam menjawab tantangan zaman.

Baca Juga :  2 Dekade Damai Aceh, UIN Ar-Raniry Beri Penghargaan Tokoh Perdamaian

“PKU Masjid Istiqlal ini harus mampu dan cerdas mengkaji dua kitab ini… kitab makrokosmos itu melahirkan hukum yang kita kenal dengan hukum takwini… kitab mikrokosmos itu juga melahirkan hukum, yaitu hukum tashriq,” jelas Menag.

Ia mendorong lulusan menjaga kesinambungan kajian ilmiah secara rutin.

“Minimum sekali dalam dua minggu, kalau perlu setiap minggu… semua alumni itu… mengkaji kitab-kitab turas… minimum dua kali dalam satu tahun, ada semacam pertemuan reunion di Masjid Istiqlal ini,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

950 Warga Gayo Lues Terima Bantuan 5 Ton Ikan Segar dari Forikan Aceh

Daerah

Bupati Asahan Terima Audiensi Pengurus Pertina, Bahas Kejurda Tinju Tahun 2025 di GOR Rambate Rata Raya

Daerah

Kunjungi Sekolah Darurat Tanoh Jamboe Aye, Bunda Guru Aceh Beri Motivasi Siswa Terdampak Bencana

Daerah

Semarak Merah Putih! SDN Bahgie Bertona Tampil Penuh Semangat di Karnaval HUT RI ke-81

Daerah

Kodam IM Kawal Ketat Koperasi Merah Putih Dongkrak Ekonomi Aceh

Daerah

SPS Aceh Siapkan Delegasi Hadiri HUT Ke-80 SPS di Riau

Daerah

Operasi SAR Bencana Aceh Capai 80 Persen, 4.271 Warga Dievakuasi dan 62 Masih Hilang

Daerah

ASN Kemenag Diminta Jadikan Agama Sumber Kedamaian dan Kasih Sayang