Jakarta – Kementerian Agama meresmikan MORA One Stop Service (MOSS) sebagai layanan digital terpadu yang menghadirkan seluruh fasilitas Kemenag dalam satu pintu. Peluncuran berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar serta Kepala BSSN Letjen TNI (Purn.) Nugroho Sulistyo Budi.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menyebut kehadiran MOSS sebagai momentum penting percepatan digitalisasi pelayanan publik. Platform ini juga terhubung dengan Pusaka Superapps untuk menyempurnakan integrasi ekosistem layanan Kemenag.
“Dengan 7.574 satuan kerja dari pusat hingga kecamatan, Kementerian Agama memiliki kompleksitas layanan yang tidak dimiliki kementerian lain. Karena itu, digitalisasi bukan pilihan, tetapi keharusan,” ujar Sekjen, Senin (17/11/2025).
Ia mengungkapkan, pada 2022 Kemenag memiliki 2.258 aplikasi layanan yang justru membuat masyarakat kesulitan karena harus berganti-ganti aplikasi. “MOSS menjawab tantangan itu. Kini masyarakat dapat mengakses layanan Kemenag dari satu pintu, cukup dari gawai di mana saja. Ini mengubah paradigma pelayanan publik kita,” tegasnya.
Dalam peluncuran itu, Kemenag juga meneken Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjamin keamanan informasi dan data pada seluruh platform digital Kemenag, termasuk MOSS.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kita bekerja sama dengan BSSN untuk memastikan keamanan data. Kolaborasi ini bukan hal baru; sejak 2021 kita sudah bermitra untuk tanda tangan elektronik,” ujar Kamaruddin.
Sekjen menambahkan, digitalisasi Kemenag tidak berhenti pada pembangunan MOSS. Pihaknya kini menyiapkan integrasi sistem belanja pegawai, penyederhanaan sistem penerimaan siswa dan mahasiswa baru, hingga konsolidasi aplikasi layanan internal lainnya.
“Ini tidak mudah, tetapi bukan sesuatu yang mustahil. Kemenag siap bersaing di era digital,” tegasnya.
Melalui kanal layanan resmi Kemenag, masyarakat dapat mengakses regulasi, informasi pendidikan keagamaan, agenda nasional, dan publikasi digital dari pusat hingga daerah.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi













