Home / Daerah

Senin, 17 November 2025 - 13:00 WIB

Gubernur Aceh Tinjau Abrasi Parah di Lhok Puuk

mm Redaksi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf di dampingi Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil meninjau langsung kondisi permukiman warga yang tergerus abrasi laut di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (16/11/2025). Dok. Ist

Gubernur Aceh Muzakir Manaf di dampingi Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil meninjau langsung kondisi permukiman warga yang tergerus abrasi laut di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (16/11/2025). Dok. Ist

Aceh Utara – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) meninjau langsung kawasan permukiman warga yang terdampak abrasi laut di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Minggu (16/11/2025). Kondisi di lokasi disebut semakin kritis sehingga membutuhkan penanganan segera.

“Saya harapkan secepat mungkin diperbaiki ya, karena ini kalau boleh dikatakan kondisinya darurat. Supaya cepat,” kata Mualem saat melihat langsung titik abrasi yang telah menggerus rumah penduduk.

Mualem mengatakan akan segera memanggil Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) untuk membahas langkah penanganan agar kerusakan tidak terus meluas. Ia menegaskan perlunya mitigasi cepat untuk melindungi warga.

Baca Juga :  Polisi Temukan Bong Sabu dalam Mobil dan Amankan 5 Knalpot Brong Saat Razia di Ingin Jaya Aceh Besar

Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil atau Ayahwa, yang turut mendampingi rombongan, mengapresiasi perhatian Pemerintah Aceh terhadap kerusakan di wilayahnya.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur yang pada hari ini kita telah bersama-sama melihat langsung bagaimana kejadian abrasi di Lhok Puuk. InsyaAllah Pak Gubernur sudah mengatakan bahwa akan berusaha secepat mungkin sehingga masyarakat Lhok Puuk aman. Mudah-mudahan cepat selesai,” ujar Ayahwa.

Baca Juga :  Kapolres Muliadi Pimpin Sertijab, Enam Pejabat Polres Berganti

Keuchik Lhok Puuk, T. Bakhtiar, mengatakan abrasi telah merusak permukiman sejak beberapa tahun terakhir dan semakin tajam sejak 2019. Dari 475 kepala keluarga, sebanyak 214 KK kini terdampak langsung.

“Yang sudah terbawa arus 38 KK (rumah) dan tidak ada lagi jejaknya,” ungkap Bakhtiar. Ia menambahkan, areal permukiman yang dulunya padat kini berubah menjadi garis pantai. “Ini tanahnya memiliki sertifikat tempat kita berdiri di sini yang kini menjadi pantai.”

Abrasi juga merusak fasilitas dasar gampong. Jalan utama sebagian telah amblas, sementara air pasang purnama kerap masuk ke permukiman, membuat sumur warga tak lagi bisa digunakan. Di sisi lain, pipa PDAM yang terpasang pascatsunami belum mengalirkan air.

Baca Juga :  4 Pesawat Tempur F-16 Guncang Langit Aceh, Putra Tanah Rencong Terbangkan Rafale

Pemerintah gampong berharap penanganan darurat seperti pembangunan pemecah gelombang dan relokasi sementara warga segera direalisasikan.

Mualem menegaskan pemerintah akan mengupayakan langkah jangka pendek dan panjang untuk menanggulangi abrasi. “Kita tidak ingin ada korban lebih besar lagi. Semua harus kita lakukan dengan cepat,” katanya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemkab Aceh Utara Gelar Gotong Royong Massal di Monumen Islam Samudera Pasai Sambut Festival Perkusi Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Lepas Tim Ekspedisi Gunung Leuser dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-79

Daerah

Bupati Aceh Besar Lantik 6 Kepsek dan Serahkan SK Perpanjangan 356 Formasi Guru PPPK

Daerah

Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakar di Gampong Limpok

Daerah

Pastikan Kualitas Pemenuhan Gizi, Dandim 0115/Simeulue, Tinjau Dapur Sppg Bako Parangai 

Daerah

Babinsa Koramil 08/SN Dampingi Kelompok Tani Penemas Panen Padi

Daerah

Pangdam IM Kunjungi Yonif TP 856 Satria Bumi Sakti

Daerah

Polres Aceh Besar Bentuk Tim Pemberantas Premanisme