Home / Aceh Barat / Pendidikan

Kamis, 3 September 2026 - 18:49 WIB

40 Perwakilan Dayah Ikuti Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan di Aceh Barat

mm Redaksi

Ketua MPD Kabupaten Aceh Barat Drs. Adami Umar, M.Pd. bersama pemateri dan peserta Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dayah Salafiyah dan Diniyah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026, Kamis (3/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua MPD Kabupaten Aceh Barat Drs. Adami Umar, M.Pd. bersama pemateri dan peserta Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dayah Salafiyah dan Diniyah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026, Kamis (3/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Meulaboh – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Barat menggelar Workshop Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Dayah Salafiyah dan Diniyah Kabupaten Aceh Barat Tahun 2026.

Ketua MPD Kabupaten Aceh Barat, Drs. Adami Umar, M.Pd mengatakan, workshop peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan tersebut dilaksanakan selama dua hari dari 2 hingga 3 September dan diikuti oleh 40 perwakilan dayah. Yang berlangsung di Aula Cabdin.

“Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari unsur ulama, pengelola akreditasi dayah dan Kementerian Agama untuk memberikan penguatan kepada peserta, baik melalui penyampaian materi maupun diskusi serta praktik,” kata Adami, Kamis (3/9/2026).

Dikatakan Adami, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari upaya mendukung visi dan misi Bupati Aceh Barat pada bidang pengembangan dan penguatan dayah sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan pendidikan dan SDM di Aceh Barat.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat Perketat Pengawasan BBM dan LPG Usai Bencana Hidrometeorologi

“Melalui peningkatan kapasitas manajerial, mutu, akreditasi dan legalitas kelembagaan, kita mendorong terciptanya tata kelola dayah yang semakin baik serta memperkuat sinergi dengan Pemkab Aceh Barat dan dinas terkait dalam pengembangan dayah,” katanya.

Adami menyebutkan bahwa, peningkatan mutu dayah merupakan bagian penting dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berilmu, berakhlak dan memiliki daya saing. Dan dayah memiliki posisi strategis dalam pendidikan masyarakat Aceh.

“Karena itu, peningkatan mutu tidak hanya menyangkut proses pembelajaran, tetapi juga bagaimana dayah dikelola secara profesional, memiliki administrasi yang tertib, memenuhi standar mutu, serta mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pendidikan,” katanya.

Pemateri pertama pada workshop tersebut yaitu Ketua PW HUDA Aceh Barat, Abu Abdurrahman Amin yang menyampaikan materi terkait kepemimpinan dan strategi pengelolaan dayah salafiyah, pengalaman, tantangan dan solusi.

Baca Juga :  Polsek Kaway XVI Gelar Gerakan Pangan Murah, 400 Sak Beras Subsidi Ludes Diserbu Warga

“Pokok pembahasan diarahkan pada pentingnya kepemimpinan yang kuat dalam mengelola dayah Salafiyah, termasuk bagaimana menghadapi berbagai tantangan pengelolaan lembaga serta mencari solusi berdasarkan pengalaman dan kondisi riil dayah,” ujar Adami.

Kemudian kata Adami, pemateri kedua adalah Ketua Majelis Akreditasi Dayah Aceh, Tgk. Marbawi Yusuf, SH dengan tema yaitu tahapan proses jaminan mutu pendidikan dayah berbasis akreditasi.

“Tidak berhenti pada penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi dan praktik mengisi serta melengkapi bahan-bahan yang dibutuhkan oleh sistem penjaminan mutu pendidikan dayah. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat memahami sekaligus mempraktikkan proses persiapan dokumen yang diperlukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Santri Pesantren Nihadlul Qulub Zikir di Atas Awan, Taklukkan Puncak Tertinggi Gunung Slamet

Selanjutnya pada hari kedua kata Adami, para peserta mendapatkan materi terkait legalitas dan pengakuan satuan pendidikan formal pada pondok pesantren yang disampaikan oleh Dr. H. Muntasyir, S.Ag., M.A Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Aceh.

“Kita ingin dayah di Aceh Barat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam. Penguatan manajemen, mutu dan akreditasi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan dan karakter yang menjadi kekuatan dayah,” kata Adami.

Selain itu Adami juga berharap agar para peserta dapat menerapkan hasil workshop tersebut di lembaga masing-masing. Dan akreditasi hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan administrasi, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Bunda Guru Aceh Apresiasi Semangat Juang Guru Pascabencana di Aceh Tamiang

Aceh Barat

Sekolah Rakyat Tahap II Direncanakan di Meureubo, Pemkab Aceh Barat dan Kementerian PU Tinjau Lahan

Aceh Barat

Ribuan Warga Antusias Ikuti CFD Perdana 2026 di Jalan Merdeka Aceh Barat

Aceh Barat

Aceh Barat Siapkan Evaluasi Nasional KLA 2026, Wabup Tekankan Sinergi dan Data Akurat

Aceh Barat

Polres Aceh Barat Intensifkan Patroli Malam Cipta Kondisi

Aceh Barat

Rabu Abeh, Pemkab Aceh Barat Ajak Masyarakat Berdoa untuk Keselamatan dan Kedamaian

Pendidikan

MAN 2 Tapanuli Tengah Jalin Persahabatan Internasional Lewat Proyek Penpal dengan Malaysia

Pendidikan

ATENSI 2025 Resmi Ditutup, Sabri Ajak Siswa Aceh Terus Berkarya dan Berprestasi