Aceh Barat – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM membuka secara resmi kegiatan Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Kampus Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil SH, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri serta unsur vertikal lainnya.
Dalam sambutannya, Tarmizi menegaskan bahwa Rakorkab Aceh Barat merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara Pemerintah Pusat dengan seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang sebelumnya digelar di Jakarta.
Menurutnya, forum koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah kebijakan daerah dengan program strategis nasional, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor di Aceh Barat.
67 Program Terealisasi di Tahun Pertama
Tarmizi menyampaikan bahwa pada 19 Februari mendatang, tepat satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati. Ia mengingatkan kembali komitmen saat kampanye, di mana terdapat 100 program yang ditawarkan kepada masyarakat.
“Tanggal 19 mendatang tepat satu tahun kepemimpinan kami, pada saat kampanye ada 100 program yang kami tawarkan, ikhtiar kami adalah mewujudkan program itu terealisasi dalam waktu lima tahun ini, kami tidak mau menambah janji baru, fokus kami adalah merealisasikan janji yang pernah kami ucapkan,” kata Tarmizi.
Ia mengungkapkan, hingga tahun pertama pemerintahan, sebanyak 67 persen atau 67 program telah berhasil direalisasikan. Capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat.
“Alhamdulillah berkat kerja keras tim Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, dari 100 program tersebut di tahun pertama ini ada sebanyak 67 persen atau 67 program yang telah terealisasikan. Itu semua dapat dilaksanakan karena Pemkab Aceh Barat solid dalam satu tim kerja yang baik,” ujarnya.
Angka Kemiskinan Turun 2,1 Persen
Dalam kesempatan itu, Tarmizi juga memaparkan capaian di bidang pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), tren penurunan kemiskinan di Aceh Barat pada tahun 2025 tercatat sebagai yang tertinggi.
“Data BPS secara resmi menyampaikan bahwa tren penurunan kemiskinan di Aceh Barat tertinggi pada tahun 2025 turun drastis 2,1 persen, mungkin ini sejarah di Aceh Barat dalam satu tahun mempu turun angka kemiskinan 2,1 persen. Dari 17,60 persen pada 2024 turun menjadi 15,50 persen pada tahun 2025,” katanya.
Penurunan tersebut dinilai sebagai indikator positif atas efektivitas program-program yang dijalankan pemerintah daerah sepanjang tahun 2025.
Untuk merealisasikan 67 program prioritas tersebut, Pemkab Aceh Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 167 miliar pada tahun 2025.
KABS dan Rumah Singgah Gratis
Salah satu program unggulan di sektor kesehatan adalah Kartu Aceh Barat Sehat (KABS). Program ini memberikan bantuan dana sebesar Rp 1 juta per pasien yang dirujuk ke Banda Aceh.
“Sampai dengan awal Februari yang sudah menerima dana KABS sebesar Rp 1 juta per pasien yang dirujuk ke Banda Aceh ada sebanyak 962 orang atau Rp 962 juta. Kemudian keluarga pasien yang dirujuk ke Banda Aceh kita sediakan rumah singgah, disitu lebih kurang dalam satu tahun ini 600 orang yang menempati rumah singgah, semuanya disana gratis,” ujar Tarmizi.
Program rumah singgah ini dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu yang harus mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan medis di luar daerah.
Fokus Pendidikan dan Program Gasing
Selain sektor kesehatan, Pemkab Aceh Barat juga memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan. Pada tahun ini, pemerintah daerah telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Yohanes Surya untuk menjalankan Program Gasing.
Program Gasing dikenal sebagai metode pembelajaran matematika yang mudah, menyenangkan, dan sistematis.
“Dengan harapan dan target nantinya seluruh siswa di Aceh Barat akan pandai berhitung, jadi tidak ada lagi yang tidak bisa matematika baik itu anak SD maupun SMP di Aceh Barat,” ujarnya.
Melalui Rakorkab 2026 ini, Pemkab Aceh Barat berharap seluruh jajaran pemerintahan dapat semakin solid dan terarah dalam mengawal program prioritas, sehingga target lima tahun kepemimpinan dapat tercapai sesuai rencana.
Rakorkab tersebut sekaligus menjadi forum evaluasi dan penguatan komitmen untuk memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat Aceh Barat.***
Editor: DahlanReporter: Syaiful AB












