Home / Daerah / Pemerintah Aceh

Jumat, 9 Januari 2026 - 09:52 WIB

Sekda Aceh: Kejelasan Pembersihan Wilayah dan Cash for Work Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana

mm Redaksi

Sekda Aceh M. Nasir mengikuti rapat koordinasi lanjutan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara virtual dari Ruang Rapat Sekda Aceh, Kamis (8/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh M. Nasir mengikuti rapat koordinasi lanjutan persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara virtual dari Ruang Rapat Sekda Aceh, Kamis (8/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa kejelasan mekanisme pembersihan wilayah terdampak bencana serta pelaksanaan program cash for work menjadi prioritas utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di Aceh.

Hal tersebut disampaikan M. Nasir saat mengikuti Rapat Koordinasi Lanjutan Persiapan Langkah-Langkah Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Sekda Aceh, Kamis (8/1/2026).

Rapat lintas kementerian dan lembaga ini dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Infrastruktur, Nazib Faizal. Rapat turut diikuti perwakilan Kementerian PUPR, ATR/BPN, Perhubungan, Transmigrasi, PKP, PMK, serta seluruh SKPA terkait di lingkungan Pemerintah Aceh.

Dalam paparannya, Sekda Aceh menyampaikan perkembangan terkini proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh saat ini tengah menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah memasuki tahap desk bersama pemerintah kabupaten/kota untuk verifikasi dan validasi data.

Baca Juga :  Wakapolda Aceh Hadiri Upacara HKN ke-61 di Kantor Gubernur

“Penyusunan R3P masih terus berjalan. Kendala utama saat ini adalah data rumah rusak ringan dan rusak sedang yang jumlahnya dinamis, bisa bertambah maupun berkurang setiap hari,” ujar M. Nasir.

Selain itu, Sekda juga menyampaikan aspirasi pemerintah kabupaten/kota terkait kendala relokasi untuk pembangunan hunian tetap (huntap). Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi tantangan besar, sehingga diperlukan solusi alternatif.

“Relokasi ini cukup sulit karena lahan yang terbatas. Jika memungkinkan, pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap bisa dilakukan di lahan milik masyarakat di lokasi yang sama, tentu dengan mempertimbangkan aspek keamanan,” jelasnya.

Baca Juga :  Mualem Santuni 1.000 Anak Yatim di Aceh Barat

Lebih lanjut, M. Nasir mengungkapkan bahwa Pemerintah Aceh telah mengusulkan Dana Siap Pakai (DSP) ke BNPB sebesar Rp146 miliar. Dana tersebut akan difokuskan untuk pembersihan wilayah terdampak bencana, pengadaan alat berat, serta pelaksanaan program cash for work yang melibatkan langsung masyarakat setempat.

Menurut Sekda, program cash for work tidak hanya mempercepat pemulihan fisik wilayah terdampak, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat. “Program ini sangat membantu, karena selain membersihkan lingkungan, masyarakat juga memperoleh penghasilan,” katanya.

Selain DSP, Pemerintah Aceh juga akan memanfaatkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) selama masa perpanjangan tanggap darurat di sejumlah daerah terdampak. Penggunaan BTT difokuskan untuk kebutuhan mendesak, seperti logistik dan pembersihan lingkungan.

Baca Juga :  Wagub Aceh Lepas Kafilah STQH, Optimis Raih Prestasi Lebih Tinggi

Dalam rapat tersebut, Sekda Aceh turut mengingatkan pentingnya koordinasi antara kementerian/lembaga dengan Pemerintah Aceh dalam setiap kunjungan dan kegiatan di lapangan. Ia menekankan agar data dan langkah penanganan pascabencana tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.

Menanggapi hal itu, Deputi Kemenko Infrastruktur Nazib Faizal menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti masukan dari Pemerintah Aceh. Ia juga menegaskan agar seluruh kementerian dan lembaga selalu berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam setiap kegiatan di daerah terdampak bencana, termasuk pengelolaan material sisa bencana, guna menghindari misinformasi dan memastikan penanganan berjalan efektif.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Lebih dari 1.500 Santri Ikuti Wawancara Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

Daerah

BSI Aceh Audiensi dengan Pangdam IM Bahas Sinergi

Daerah

Tokoh Dermawan Aceh Nyak Sandang Tutup Usia, Penyumbang Pesawat Pertama RI Berpulang

Daerah

Disdik Aceh terbitkan edaran jam malam untuk pelajar

Daerah

Cegah Balap Liar, Polres Aceh Tengah Perketat Patroli Malam Hingga Subuh

Daerah

Reje Juandi Tegaskan Pentingnya Sinergi dalam Ketahanan Pangan Desa

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Hadiri Pembukaan Apkasi Otonomi Expo 2025 di Tangerang

Daerah

BSI Aceh Gelar Tarhib Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Salurkan 500 Paket Sembako untuk Yatim dan Dhuafa