Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:36 WIB

Santri Dayah Aceh Kembali Belajar, Pemerintah Fokus Pemulihan Pascabanjir

mm Redaksi

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., melaporkan kondisi terkini pendidikan dayah pascabencana banjir kepada Gubernur Aceh H. Muzakkir Manaf di Jakarta, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. Dinas Dayah Aceh

Plh. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., melaporkan kondisi terkini pendidikan dayah pascabencana banjir kepada Gubernur Aceh H. Muzakkir Manaf di Jakarta, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. Dinas Dayah Aceh

Jakarta – Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., melaporkan perkembangan terkini pendidikan dayah pascabencana banjir kepada Gubernur Aceh, H. Muzakkir Manaf, di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Muhsin menyampaikan bahwa secara umum aktivitas pendidikan dayah di Aceh mulai berjalan kembali. Sebagian besar dayah telah membuka proses belajar mengajar, seiring kembalinya para santri ke lingkungan pendidikan masing-masing setelah sempat terdampak banjir.

Baca Juga :  Itjen Kemenag Tertibkan Pemanfaatan BMN, Kantin Madrasah Jadi Fokus Awal

Meski demikian, pemulihan belum sepenuhnya tuntas. Beberapa santri masih belum bisa kembali ke dayah karena menjadi korban langsung banjir dan masih berada di rumah keluarga. Kerusakan harta benda, termasuk kitab dan perlengkapan belajar, juga menjadi kendala.

“Banyak santri kehilangan kitab dan perlengkapan mondok. Saat ini mereka belum memiliki kemampuan untuk membeli kembali kebutuhan tersebut,” ujar Muhsin. Ia menambahkan bahwa dayah-dayah memerlukan dukungan mendesak berupa kitab, kasur, lemari, tempat tidur, serta perlengkapan dasar lainnya agar aktivitas pendidikan dapat berlangsung normal.

Baca Juga :  Gubernur Mualem Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Baitut Taqwa di Aceh Utara

Muhsin menegaskan, keberlanjutan pendidikan dayah pascabencana tidak hanya menyangkut proses belajar mengajar, tetapi juga pemulihan kehidupan santri secara menyeluruh di lingkungan dayah.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Aceh, H. Muzakkir Manaf, menyatakan komitmen Pemerintah Aceh untuk menyiapkan langkah konkret dalam mendukung pemulihan pendidikan dayah. Pemerintah akan mencari solusi terbaik agar para santri dapat kembali belajar dengan layak dan nyaman.

Baca Juga :  Santri Al Mukhlisin Sibuhuan Juara 1 MQK Internasional Bidang Tafsir

“Pendidikan dayah merupakan bagian penting dari identitas dan pendidikan keislaman di Aceh. Pemerintah Aceh berkewajiban memastikan keberlangsungannya, termasuk dalam situasi pascabencana,” ujar Mualem.

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa upaya pemulihan pendidikan dayah akan menjadi bagian dari agenda pemulihan pascabencana secara menyeluruh, dengan harapan aktivitas pendidikan kembali normal dan kepercayaan masyarakat terhadap keberlangsungan pendidikan tetap terjaga.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Disdik Aceh terbitkan edaran jam malam untuk pelajar

Pemerintah Aceh

Aceh Barat Siap Terapkan Metode Gasing, Plt Sekda Pimpin Rakor Bersama PT Digital Gasing Edukasi

Daerah

Sekda Aceh Jemput Menko Imigrasi dan Hukum Yusril Ihza Mahendra, Laporkan Kondisi Terkini Bencana Hidrometeorologi
Wagub Aceh

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Sambut Mendagri Tito di Bandara SIM

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Lepas Tim Safari Ramadhan 2026, Bawa Misi Dukungan Moral dan Santunan Anak Yatim

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Pimpin Rapat Penyusunan R3P Pascabencana Hidrometeorologi di 18 Kabupaten/Kota
Plt. Kadis Sosial Aceh

Pemerintah Aceh

Chaidir Resmi Plt. Kadis Sosial Aceh, Siap Maksimalkan Layanan

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Minta Dukungan Menkop untuk Perkuat Koperasi