Home / Daerah

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:55 WIB

PP Ikafensy Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim di Banda Aceh, Alumni FEB USK Diminta Bersatu Bangun Ekonomi

mm Tiara Ayu Juneva

Ketua Umum PP Ikafensy H. Irmawan bersama Dekan FEB USK Prof. Faisal serta para guru besar dan alumni saat buka puasa bersama di Banda Aceh, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua Umum PP Ikafensy H. Irmawan bersama Dekan FEB USK Prof. Faisal serta para guru besar dan alumni saat buka puasa bersama di Banda Aceh, Senin (23/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK (PP-Ikafensy) adakan Bukber bersama anak yatim serta dengan para Pengurus, Guru Besar, Dewan Pakar serta Dekan FEB USK, Senin (23/2/2026), di Banda Aceh.

Buka Puasa Bersama (Bukber) dengan agenda mempererat tali silaturrahmi antara pengurus Ikafensy dengan para guru besar dan kampus FEB USK, sekaligus memberi santunan anak yatim dari para alumni FEB.

Ketua Umum PP Ikafensy, H. Irmawan mengajak seluruh alumni FEB USK bersatu untuk memberikan kontribusi pemikiran untuk mendukung Pemerintah dalam mewujudkan pembangunan.

“Paska bencana banjir Sumatera, termasuk Aceh yang paling parah kerusakan, maka para alumni bisa ambil peran dalam percepatan pemulihan ekonomi,” ujar Irmawan.

Baca Juga :  Sekjen Kemenag: KUA Garda Terdepan Jaga Ketahanan Keluarga

Menurutnya, untuk mengefektifkan jaringan alumni FEB, perlu segera membentuk perwakilan Ikafensy diseluruh indonesia, selain mempermudah pertumbuhan ekonomi juga membangkitkan semangat saling memperkuat hubungan antar alumni, sebut Irmawan, ketika memberi sambutan saat Bukber para Alumni FEB USK.

Dekan FEB USK, Profesor Faisal, menyebutkan, saat ini alumni FEB USK Aceh mencapai 32.500 orang yang tersebar di seluruh dunia, “angka sebesar ini sangat berpotensi memajukan sebuah bangsa, sehingga kita berharap Ikafensy mampu menjembatani potensi itu, sebut Prof. Faisal, yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Baca Juga :  Kodam IM Gelar Jumat Berkah, 373 Sarapan Gratis Terbagi

Prof. Faisal juga mengajak para alumni ikut dalam memajukan fakultas ekonomi dan bisnis USK untuk memberi ruang kepada alumni muda agar bisa berkarya serta membuka lapangan kerja bagi alumni.

Sementara, penceramah kondang, Ustat H. Umar Ismail, menyerukan kepada semua alumni FEB agar teruslah bersyukur dengan nilmat yang telah diperoleh agar terwujud kebahagian yang hakiki, sebutnya.

“Manusia susah bahagia karena tidak mensyukuri nikmat. Konsep Rasulullah, kunci bahagia itu ada tiga, pertama zaujatun shalihatun, yakni pasangan yang shaleh/shalehah, kedua shalatun jamaatan yaitu shalat berjamaah, dan yang ketiga jiranun yuhibbunahu yakni hidup bertentangga dengan baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Babinsa dan Warga Aceh Tenggara Kompak Pasang Pipa Air

Berkumpul dan bersilaturrahmi juga bahagian untuk mencapai kebahagian, bahkan dalam ilmu kesehatan dianjurkan bersilaturrahmi agar tubuh lebih awet, kata Ustat Umar Ismail.

Ikut hadir pada acara tersebut Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (PP IKA USK) Amal Hasan dan Aziz Hamdah, Wakil Dekan Bidang Kemahaisiswaan Alumni dan Kemitraan FEB USK Prof. Dr. Abdul Jamal SE, M.Si, para guru besar di lingkungan FEB USK, serta para alumni FEB USK dari berbagai lintas profesi dan Angkatan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Beras Murah Diserbu Warga, Polres Bener Meriah Jual 4 Ton Hanya dalam 3 Jam

Daerah

Polresta Banda Aceh Sembelih Hewan Kurban, Dibagikan Kepada Yang Berhak

Daerah

Warga Kuta Alam Keluhkan Ekonomi, Aiyub Bukhari Janji Perjuangkan Solusi

Daerah

Pemerintah Aceh Potong Anggaran SKPA untuk Percepatan Penanganan Banjir Hidrometeorologi
Polres Lhokseumawe

Daerah

Kapolda Aceh Sambangi Polres Lhokseumawe, Cek Layanan

Daerah

Kapolres Lhokseumawe Terima Penghargaan Pelayanan Prima dari Kapolri

Daerah

Tindaklanjuti Kebijakan OJK, Bank Aceh Syariah Siapkan Relaksasi Bagi Nasabah Pembiayaan KUR/UMKM Terdampak Bencana

Daerah

Sekda Aceh: Banjir dan Longsor Kali Ini yang Terparah, 75 Ribu Rumah Rusak dan Akses Terputus