Home / Kesehatan / Pemerintah Aceh

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:44 WIB

Pengamat Media Soroti Polemik Pencabutan Pergub JKA, Minta Pemerintah Aceh Tunjukkan Dokumen Resmi

mm Redaksi

Pengamat media, Herman Hartono Ginting, SH. Foto: Dok. Istimewa

Pengamat media, Herman Hartono Ginting, SH. Foto: Dok. Istimewa

Pidie – Pengamat media, Herman Hartono Ginting, SH, menyoroti polemik terkait kabar pencabutan Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang hingga kini dinilai belum memiliki kejelasan administrasi hukum secara resmi dari Pemerintah Aceh.

Menurut Herman Hartono Ginting, pencabutan sebuah produk hukum pemerintahan tidak dapat hanya disampaikan melalui pernyataan lisan, pemberitaan media, ataupun dokumentasi seremonial tanpa adanya dokumen resmi administrasi pemerintahan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

“Secara de facto memang telah beredar informasi bahwa Pergub JKA dicabut. Namun secara de jure, pencabutan sebuah Pergub wajib dibuktikan dengan adanya Pergub baru atau keputusan administrasi resmi yang sah secara hukum. Jika belum ada dokumen resmi, maka status pencabutan Pergub tersebut masih menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat,” ujar Herman, Senin (18/5/2026).

Baca Juga :  Jahe Merah, Rempah Murah dengan Segudang Khasiat Kesehatan

Ia menilai persoalan JKA merupakan isu yang sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan hak dasar masyarakat Aceh dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.

Menurutnya, kebijakan publik yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan secara transparan, akuntabel, dan tidak menimbulkan kegaduhan sosial akibat ketidakjelasan informasi.

“JKA bukan persoalan biasa. Ini berkaitan dengan hak kesehatan masyarakat Aceh. Karena itu pemerintah harus memberikan kepastian hukum dan kepastian informasi kepada rakyat,” katanya.

Herman juga menyoroti berkembangnya berbagai reaksi dari masyarakat sipil, mahasiswa, aktivis, tenaga medis, hingga fasilitas pelayanan kesehatan yang mempertanyakan kepastian status Pergub JKA tersebut.

Baca Juga :  Plt. Sekda Aceh: E-Purchasing Harus Dipahami dan Diakselerasi, Realisasi Pengadaan Masih 21,06%

Ia mengingatkan bahwa ketidakjelasan administrasi dalam sebuah kebijakan publik berpotensi memunculkan keresahan masyarakat dan menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Jika memang Pergub tersebut telah dicabut, maka Pemerintah Aceh harus segera menunjukkan bukti administrasi resmi berupa surat keputusan atau Pergub baru sebagai dasar hukum pencabutan,” tegasnya.

Menurut Herman, dalam sistem administrasi negara, sebuah regulasi tidak dapat dianggap batal hanya melalui penyampaian informasi atau konferensi pers tanpa dokumen hukum yang jelas.

“Pergub itu produk hukum administrasi negara. Pergub bukan sekadar pernyataan ataupun foto. Harus ada dokumen resmi yang dapat diverifikasi secara hukum,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Buka Diskusi Internasional Peringati 20 Tahun Perdamaian Aceh

Ia juga meminta seluruh insan pers dan wartawan agar tetap mengedepankan prinsip verifikasi serta kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kepada publik, terutama menyangkut kebijakan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat luas.

“Media harus tetap profesional dan memastikan setiap informasi memiliki dasar fakta serta dokumen yang jelas agar masyarakat tidak menerima informasi yang simpang siur,” katanya.

Lebih lanjut, Herman mengingatkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat merupakan isu strategis yang dapat memengaruhi stabilitas sosial dan ketenteraman masyarakat Aceh apabila tidak ditangani secara transparan.

“Jangan sampai masyarakat menjadi bingung akibat tidak adanya kejelasan administrasi pemerintahan. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar maupun kegaduhan di tengah rakyat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Plt Sekda Lepas Kontingen FORNAS 2025 ke NTB, Bawa Misi Budaya dan Sportivitas

Pemerintah Aceh

Wali Nanggroe Aceh dan Kapolda Bahas Penanganan Bencana dan Stabilitas Kamtibmas

Pemerintah Aceh

Mualem Pimpin Rapat Bahas Validasi Data JKA Bersama Sekda dan Dinkes

Pemerintah Aceh

Jelang Ramadhan 2026, Pemerintah Aceh Dorong Percepatan Hunian Sementara bagi Korban Bencana

Kesehatan

Cuci Darah Dua Kali Seminggu, JKN Menjadi Penyelamat Hidup Syahril

Pemerintah Aceh

Kapolda Aceh Tinjau Pos Operasi Ketupat Seulawah 2026, Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar

Pemerintah Aceh

Dinas Pendidikan Aceh Tingkatkan Transparansi Lewat Monev KIA

News

Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Bersih, Transparan, dan Pro-Rakyat