Home / Daerah

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 07:00 WIB

Lima Nelayan Aceh Timur Akhirnya Dipulangkan dari Thailand

mm Syaiful AB

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky S.H.I. dok. Diskominfo Kab. Aceh Timur

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky S.H.I. dok. Diskominfo Kab. Aceh Timur

Aceh Timur – Sebanyak lima nelayan asal Aceh Timur yang sebelumnya ditahan di Thailand akhirnya akan dipulangkan ke tanah air. Mereka adalah anak buah kapal (ABK) KM New Raver yang telah menyelesaikan proses hukum di Negeri Gajah Putih.

Pemulangan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 3 September 2025, sekitar pukul 14.00 waktu setempat dari Bandara Phuket, Thailand, menuju Bandara Kualanamu, Medan. Dari Medan, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur langsung menjemput dan mengantar para nelayan ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Anggota DPRA Dukung Seksi 1 Tol Sibanceh Dibuka Khusus untuk Jamaah Haji

Kelima nelayan tersebut adalah Muhammad Fajar, Dedi Saputra, Safriadi, M. Muklis, dan Maiyeddin. Mereka berasal dari Desa Seuneubok Baroh, Darul Aman; Gampong Jawa, Idi Rayeuk; serta Buket Rumiya, Idi Tunong.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky S.H.I, menyambut baik kepulangan warganya. “Alhamdulillah, lima nelayan kita yang sempat menjalani proses hukum di Thailand kini bisa kembali ke kampung halaman. Pemerintah daerah hadir untuk memastikan mereka kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarga,” ujarnya, Jumat, 29 Agustus 2025.

Baca Juga :  Lagi, Kodam IM menerima penyerahan satu pucuk senjata sisa konflik dari masyarakat

Bupati berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi para nelayan. “Kami berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga agar para nelayan selalu mematuhi aturan, terutama terkait batas wilayah penangkapan ikan,” tegasnya, yang didampingi Kepala Dinas Perikanan Aceh Timur, Syarifuddin, SP, M.Si.

Al-Farlaky juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pemulangan. “Kepulangan lima nelayan ini berkat kerja sama lintas pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, maupun Pemkab Aceh Timur. Kami akan terus mendampingi mereka, termasuk memastikan agar ke depan nelayan kita lebih paham aturan pelayaran internasional, sehingga tidak lagi terulang kasus serupa,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Asahan Tegaskan Peran ASN sebagai Akselerator Pelayanan Publik

Menurut Al-Farlaky, masih ada 13 nelayan Aceh Timur lainnya yang menjalani sisa masa hukuman di Thailand, dengan estimasi sekitar tujuh bulan lagi. Mereka diperkirakan selesai proses hukum sekitar Desember 2025.

“Kami atas nama Pemerintah Aceh Timur terus berupaya melakukan pendampingan bekerja sama dan koordinasi dengan pihak terkait untuk pemulangan mereka,” pungkas Al-Farlaky.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

Pangdam IM Pimpin Sidang Pantukhir Calon Taruna Akademi TNI Panitia Seleksi Daerah Tahun 2025

Daerah

SAPA Desak Baitul Mal Aceh Publikasikan Data Penerima Bantuan Modal Usaha Tahun 2026

Daerah

PKU Istiqlal Lahirkan Ulama Perempuan Pertama Secara Formal

Daerah

Pemerintah Aceh Diminta Beri Keringanan Pajak 50 persen Semua Motor Milik Penyandang Disabilitas

Daerah

KPM Tematik 2026 UNADA Gelar Seminar Peran Generasi Z dalam Mengawal Syariat Islam

Daerah

Ditlantas Polda Aceh Libatkan Pemerintah Daerah Turunkan Angka Laka Lantas

Daerah

Penanganan Pemulihan Pasca Bencana, Bupati Syibral Tekankan Tidak Boleh Ada Tumpang Tindih Data

Aceh Besar

Tiga Rumah Terbakar di Aceh Besar, 8 Freezer dan 5 Kulkas Ikut Habis Dilalap Si Jago Merah