Home / Daerah / Ekbis / Pemerintah Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 17:18 WIB

Marlina Muzakir Apresiasi Kebun Buah Naga Sabang, Hendri Sukses Sulap Lahan Tidur Jadi Bernilai Ekonomi

mm Redaksi

Ketua TP-PKK Aceh Ny. Marlina Muzakir, didampingi Ketua TP-PKK Sabang, Ny. Nuri Zulkifli, saat menikmati buah naga usai memanen, di kebun milik Hendri, Warga Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya, Sabang, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Ketua TP-PKK Aceh Ny. Marlina Muzakir, didampingi Ketua TP-PKK Sabang, Ny. Nuri Zulkifli, saat menikmati buah naga usai memanen, di kebun milik Hendri, Warga Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya, Sabang, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sabang – Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengapresiasi kreativitas warga Sabang dalam memanfaatkan lahan produktif untuk pertanian bernilai ekonomi tinggi. Hal itu disampaikannya usai memanen langsung buah naga di kebun milik warga di Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Minggu (10/5/2026).

Didampingi Ketua TP PKK Kota Sabang, Nuri Zulkifli, Marlina menikmati langsung buah naga hasil panen dari kebun milik Hendri dan istrinya, Lisa Umami.

“Buah naga Sabang, meucrop barang,” ujar Marlina atau yang akrab disapa Kak Na, sesaat setelah mencicipi buah naga segar yang baru dipetik dari kebun.

Ungkapan “meucrop” dalam bahasa Aceh kerap digunakan untuk menggambarkan cita rasa makanan yang sangat nikmat dan memuaskan.

Baca Juga :  TMMD Ke-126 di Bener Meriah Fokus Bangun Desa

Kak Na menilai, langkah Hendri bersama istrinya patut menjadi contoh bagi masyarakat Aceh. Dengan memanfaatkan lahan kosong di samping rumah, pasangan tersebut berhasil mengembangkan kebun buah naga yang kini memiliki nilai ekonomi menjanjikan.

“Luar biasa Pak Hendri. Kreativitas dan keuletannya bersama sang istri berhasil mengubah lahan tidur menjadi sumber ekonomi keluarga. Ini sangat bagus dan perlu ditiru masyarakat lainnya,” kata istri Gubernur Aceh tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang dimiliki dengan menanam tanaman produktif sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Dua Karya Budaya Aceh Timur Masuk WBTb Nasional 2025

“Masyarakat tidak harus menanam buah naga saja, tetapi bisa juga tanaman lain yang cocok dengan kondisi tanah dan memiliki nilai jual tinggi,” ujarnya.

Selain itu, Kak Na turut mempromosikan kebun buah naga tersebut sebagai salah satu destinasi wisata agro di Sabang.

“Untuk masyarakat Sabang maupun wisatawan yang berkunjung, silakan datang ke kebun Pak Hendri. Bisa panen langsung dan menikmati buahnya di lokasi. Harganya juga terjangkau, hanya Rp25 ribu per kilogram,” katanya.

Sementara itu, pemilik kebun, Hendri, mengaku produksi buah naga miliknya saat ini belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar lokal, apalagi dipasarkan ke luar daerah.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Eks Kombatan Aceh Rayeuk Gelar Syukuran dan Doa Bersama

“Untuk kebutuhan Sabang saja masih belum mencukupi. Sekali panen hanya sekitar 200 hingga 300 kilogram,” ujar Hendri.

Menurutnya, keterbatasan produksi dipengaruhi oleh kebutuhan pupuk dan pencahayaan tambahan untuk tanaman buah naga.

“Buah naga membutuhkan paparan cahaya sekitar 14 jam per hari. Karena itu kami membutuhkan lampu tambahan untuk membantu proses fotosintesis agar produksi buah meningkat,” jelasnya.

Saat ini, Hendri bersama istrinya menanam sekitar 700 batang buah naga di lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Sebanyak 300 batang telah berproduksi, sementara 400 batang lainnya mulai berbunga.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

BSI Dorong Talenta Muda Aceh Siap Berkarier di Perbankan Syariah

Daerah

Dua Siswa Disabilitas Hafal 30 Juz Al-Qur’an Haru Biru di Pembukaan Matsama MAN 11 Jakarta

Daerah

Mutiara Kasab dan Padusi Tapa: Pesona Kriya dan Aroma Aceh Memikat di Persit Bisa 2026

Daerah

World Cleanup Day Aceh 2025 Digelar Besok di Banda Aceh

Daerah

Mendikdasmen RI Dijadwalkan Jadi Pembina Upacara Hari Pertama Sekolah di Aceh Tamiang

News

Fadhlullah: Gerindra Konsisten Bantu Rakyat, Kesehatan Prioritas Utama

Daerah

Polda Aceh Apresiasi Peran Pers Jaga Kondusivitas Saat Unjuk Rasa

Pemerintah Aceh

Tim Kajian Wali Nanggroe Bahas Dana Otsus, HGU, dan Kewenangan Daerah Bersama Pemko Subulussalam