Home / Kesehatan

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:09 WIB

Manfaatkan Program JKN, Basrizal Pulih Dari Tifus Tanpa Biaya Sepeser Pun

mm Tiara Ayu Juneva

Basrizal, peserta JKN PBPU, menjalani perawatan akibat tifus di rumah sakit FKRTL Lhokseumawe dengan layanan BPJS Kesehatan kelas satu. Foto: Dok. Istimewa

Basrizal, peserta JKN PBPU, menjalani perawatan akibat tifus di rumah sakit FKRTL Lhokseumawe dengan layanan BPJS Kesehatan kelas satu. Foto: Dok. Istimewa

Lhokseumawe – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan terus menjadi andalan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan terjangkau. Salah satunya dirasakan langsung oleh Basrizal (29), peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas satu. Pria asal Kabupaten Aceh Selatan yang kini menetap di Kota Lhokseumawe karena bekerja pada salah satu perusahaan swasta di daerah tersebut, telah merasakan langsung manfaat dari Program JKN, yang menurutnya sangat membantu saat dirinya dalam kondisi yang tidak terduga.

Hari itu, ia dirawat di sebuah Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di Kota Lhokseumawe karena mengalami tifus. Bukan pertama kali ia harus terbaring di rumah sakit sejak tinggal di kota ini.

“Ini yang kedua kalinya saya masuk rumah sakit. Sebelumnya juga pernah dirawat karena penyakit yang sama,” kata Basrizal saat ditemui pada Jumat (01/08).

Baca Juga :  Pelayanan JKN Terbukti Andal, Warga Aceh Utara Puji BPJS Kesehatan

Basrizal menceritakan bagaimana awal mulanya mengalami gejala seperti mual, lemas, nyeri otot, dan tubuh yang semakin melemah. Karena khawatir kondisi semakin memburuk, temannya segera membawanya langsung ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, ia didiagnosis terkena tifus.

“Awalnya itu saya sempat takut, karena harus dirawat. Akan tetapi, ketakutan itu seketika sirna mengingat saya sudah terjamin oleh program yang luar biasa ini. Saya merasa sangat lega dan bersyukur,” ujar Basrizal.

Di rumah sakit, Basrizal dirawat sesuai kelas rawat inap yang menjadi haknya sebagai peserta kelas satu. Ia merasa sangat puas dengan fasilitas dan layanan yang diberikan.

“Pelayanannya baik, dokternya komunikatif, perawatnya juga responsif. Saya dirawat di kamar kelas satu yang sangat nyaman dan bersih. Walaupun saya tidak ada yang mendampingi, namun saat dibutuhkan para perawat selalu siap sedia memenuhi segala kebutuhan saya, serta makanannya pun teratur dan sesuai kebutuhan medis,” tambah Basrizal.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Laksanakan Rekredensialing di UPTD Puskesmas Simeulue Tengah

Basrizal juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan perlindungan kesehatan saat ia benar-benar membutuhkannya. Ia mengaku bahwa tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepadanya selama proses perawatan.

“Saya benar-benar tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Dari mulai pemeriksaan, obat, sampai rawat inap semuanya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Bayangkan kalau tidak punya BPJS Kesehatan, pasti biaya rumah sakit sangat besar. Tapi karena saya rutin membayar iuran tiap bulan, saya merasa tenang dan terlindungi,” ujar Basrizal.
Basrizal menyampaikan harapannya agar Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan ini dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas sosialisasi ke masyarakat.

“Saya harap BPJS Kesehatan terus berkembang dan pelayanannya makin baik. Sosialisasi juga penting agar masyarakat tahu prosedurnya dan tidak salah paham. Program ini benar-benar bermanfaat bagi kita semua,” pungkas Basrizal.

Baca Juga :  Manggis Bukan Buah Biasa, Ini Deretan Manfaatnya buat Kamu

Menutup ceritanya, Basrizal menambahkan selain manfaat dalam pelayanan langsung, ia juga mengapresiasi langkah digitalisasi layanan yang dilakukan BPJS Kesehatan. Ia aktif menggunakan Aplikasi Mobile JKN yang menurutnya sangat membantu. Ia berharap digitalisasi layanan ini terus disosialisasikan agar semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dan kemudahan menggunakan aplikasi tersebut.

“Saya pribadi menggunakan Aplikasi Mobile JKN. Aplikasi ini sangat praktis karena bisa melihat Kartu Indonesia Sehat (KIS) Digital, jadi tidak perlu lagi membawa-bawa kartu fisik dan juga bisa mengakses informasi kepesertaan, riwayat layanan kesehatan. Kalau bisa, jangkauan digitalnya diperluas dan sosialisasi aplikasinya ditingkatkan. Supaya masyarakat dan seluruh peserta bisa menginstal aplikasi tersebut di smartphone mereka masing-masing sehingga mereka juga tidak kesulitan mengakses layanan BPJS Kesehatan,” tutupnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Disdukcapil Banda Aceh dan RSUD Meuraxa Perkuat Integrasi Data Kependudukan untuk Layanan Kesehatan

Kesehatan

BPJS Kesehatan Catat Kenaikan Iuran Menjadi Rp165,3 Triliun pada 2024

Kesehatan

Biar Nggak Cepet Tua, Minum Teh Hijau Yuk! Ini Manfaatnya Buat Tubuh

Kesehatan

Cuci Darah Dua Kali Seminggu, JKN Menjadi Penyelamat Hidup Syahril

Kesehatan

RSUDZA Sukses Jalankan Operasi Cerebrovascular Pertama di Aceh, Sekda Apresiasi Dukungan Menkes

Kesehatan

Musim Hujan Datang, Waspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Mengintai!

Kesehatan

JKN Bantu Pensiunan di Aceh Utara Dapatkan Layanan Kesehatan Tanpa Khawatir Biaya
Fokus

Kesehatan

8 Cara Ampuh Agar Bisa Lebih Fokus Kerja, Belajar, dan pada Diri Sendiri