Home / TNI-Polri

Senin, 23 Maret 2026 - 23:28 WIB

Kodam IM Bangun 73 Jembatan Bailey di Aceh, 39 Unit Rampung dan Percepat Akses Wilayah Terpencil

mm Tiara Ayu Juneva

Personel Kodam Iskandar Muda membangun jembatan Bailey untuk mempercepat akses transportasi di wilayah terpencil Aceh, Senin (23/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Personel Kodam Iskandar Muda membangun jembatan Bailey untuk mempercepat akses transportasi di wilayah terpencil Aceh, Senin (23/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Aceh, khususnya melalui pembangunan jembatan Bailey yang menjadi solusi cepat dalam mengatasi keterbatasan akses transportasi masyarakat, terutama di daerah terdampak bencana dan wilayah terpencil. Senin (23/3/2026).

Berdasarkan laporan terbaru progres pembangunan jembatan Bailey di wilayah Kodam IM, tercatat sebanyak 73 unit jembatan menjadi sasaran pembangunan. Dari jumlah tersebut, 39 jembatan telah selesai 100%, 2 jembatan dalam tahap pemasangan, 17 titik telah selesai disurvei (19 set), 9 titik masih dalam proses survei, serta 4 set material disiapkan sebagai cadangan (stand by).

Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara satuan jajaran Zeni TNI AD, seperti Yonzipur, Yonzikon, dan Denzipur, yang didukung oleh pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat setempat. Jembatan Bailey yang dibangun tidak hanya bersifat sementara, namun memiliki peran strategis dalam memulihkan konektivitas antarwilayah yang sebelumnya terputus akibat banjir, longsor, maupun kerusakan infrastruktur.

Baca Juga :  ‎Tiba di Polda Aceh, Brigjen Marzuki Ali Basyah Disambut Tarian Ranup Lampuan

Sejumlah jembatan yang telah rampung tersebar di berbagai kabupaten, antara lain Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Singkil, hingga Aceh Tamiang. Jembatan-jembatan tersebut di antaranya Jembatan Teupin Mane, Teupin Reudeup, Jeumpa/Cot Bada, Matang Bangka, hingga Jembatan strategis seperti Alue Leuhop, Teupin Reusep, Kubu, serta Dusun Bandar Baru yang seluruhnya telah berfungsi optimal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pembangunan jembatan Bailey ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran mobilitas warga, distribusi logistik, serta mendukung aktivitas perekonomian masyarakat. Beberapa jembatan bahkan menjadi akses vital penghubung antar kecamatan dan kabupaten yang sebelumnya sulit dilalui.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Aceh Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi Disabilitas hingga Lansia

Selain itu, dalam pelaksanaannya juga dilakukan berbagai penyesuaian strategis di lapangan guna memastikan efektivitas dan efisiensi pembangunan. Di antaranya penggantian lokasi pembangunan jembatan berdasarkan tingkat urgensi dan manfaat bagi masyarakat, penyesuaian tipe jembatan sesuai kondisi medan, serta optimalisasi penggunaan material Bailey yang tersedia.

Sebagai contoh, penggantian pembangunan Jembatan Enang-Enang menjadi Jembatan Bener Kelipah dilakukan karena keterbatasan bentang dan stok material. Begitu pula beberapa titik lain dialihkan karena kondisi jembatan lama masih dapat difungsikan atau telah ditangani oleh pihak lain, seperti pemerintah daerah maupun instansi terkait.

Sementara itu, untuk jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan, seperti Jembatan Bergang di Kabupaten Aceh Tengah dan Jalur Dua Bandara Rembele di Kabupaten Bener Meriah, progres terus berjalan dengan capaian masing-masing sebesar 9% dan 12,5%. Saat ini kegiatan difokuskan pada penyiapan lahan, rekondisi area, serta perakitan material pendukung seperti bronjong.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Perkuat Kolaborasi dengan Kemenkum Aceh untuk Penegakan Hukum Lebih Humanis

Kodam Iskandar Muda menegaskan bahwa program pembangunan jembatan Bailey ini merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang terdampak bencana dan memiliki keterbatasan akses.

Dengan capaian progres yang terus meningkat, diharapkan seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas. Kodam IM juga berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pengawasan secara berkelanjutan guna memastikan kualitas dan keberlanjutan fungsi jembatan yang telah dibangun.

Program ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan solusi atas berbagai kesulitan rakyat di daerah.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Kirab Merah Putih, Satgas YONIF 112/DJ Arak Dan Bentangkan Bendera Raksasa di Puncak Jaya

Daerah

Lanud Sultan Iskandar Muda Kedatangan 4 Pesawat Tempur F-16 untuk Latihan Cakra C Kosek I Medan

TNI-Polri

Kapolda Aceh Buka Rapim Polda Aceh 2026 di Aceh Besar, Tekankan Sinergi dan Stabilitas Kamtibmas

TNI-Polri

Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah Dilantik sebagai Kapolda Aceh

Daerah

Polda Aceh Gelar Bakti Religi di Masjid Subulussalam PLTD Apung

Pemerintah Aceh

Wali Nanggroe Aceh dan Kapolda Bahas Penanganan Bencana dan Stabilitas Kamtibmas

TNI-Polri

Polsek Wih Pesam Gelar Patroli dan Atur Lalu Lintas di Pasar Tumpah Bener Mulie

TNI-Polri

Polres Bener Meriah Borong Tiga Penghargaan Keuangan Semester I 2025