Home / Advertorial / Pemko Banda Aceh

Minggu, 8 November 2026 - 09:04 WIB

Jangan Sembarangan Serahkan KTP dan KK, Asna Ingatkan Risiko Penyalahgunaan Data

mm Redaksi

Kepala Bidang E-Government Diskominfotik Banda Aceh, Asna Mardhia. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Bidang E-Government Diskominfotik Banda Aceh, Asna Mardhia. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Salinan kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) yang diberikan untuk berbagai keperluan administrasi berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data apabila tidak dikelola dengan baik. Masyarakat diminta tidak sembarangan menyerahkan dokumen identitas tanpa memastikan tujuan dan pihak yang meminta.

Kepala Bidang E-Government Diskominfotik Banda Aceh, Asna Mardhia, mengatakan masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjaga data pribadi. Dokumen identitas kerap dianggap sebagai persyaratan biasa sehingga diberikan tanpa terlebih dahulu menanyakan bagaimana informasi tersebut akan digunakan.

Padahal, ketika salinan KTP dan KK sudah berada di tangan pihak lain, pemilik data tidak selalu mengetahui bagaimana dokumen itu disimpan, berapa lama digunakan, maupun ke mana akan berpindah setelah tidak lagi dibutuhkan.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Raih Opini WTP 18 Kali Berturut-turut dari BPK-RI

Asna mencontohkan pengumpulan KTP dalam kegiatan pasar murah atau pelayanan yang mensyaratkan identitas warga. Menurutnya, pihak penyelenggara perlu menjelaskan tujuan pengumpulan dokumen, masa penyimpanan, serta mekanisme pemusnahan setelah proses administrasi selesai.

Hal itu penting untuk mencegah dokumen identitas yang sudah tidak terpakai justru disimpan tanpa pengawasan atau berpindah ke pihak lain.

“Seharusnya masyarakat tahu bagaimana KTP dan KK itu dipergunakan, sampai kapan disimpan, dan bagaimana cara pemusnahannya. Jadi, ada kejelasan ketika masyarakat menyerahkan dokumen tersebut,” ujar Asna, Sabtu (7/11/2026).

Baca Juga :  Peukan Raya Ramadan 2026 Resmi Dibuka, 150 UMKM Ramaikan Eks Pasar Aceh Shopping Center

Ia mengingatkan, masyarakat juga perlu membiasakan diri memeriksa keabsahan pihak yang meminta data pribadi. Jika ada petugas yang meminta salinan atau foto KTP dan KK, warga dapat menanyakan tujuan permintaan serta meminta penjelasan mengenai dasar tugasnya.

Menurut Asna, masyarakat tidak perlu merasa sungkan untuk bertanya ketika diminta menyerahkan dokumen identitas. Sikap tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi data pribadi, bukan bentuk ketidakpercayaan terhadap petugas.

Ia menilai, rendahnya kesadaran menjaga data masih menjadi tantangan karena sebagian orang menganggap informasi identitas tidak terlalu penting. Padahal, data yang dianggap sepele oleh pemiliknya bisa menjadi kesempatan bagi pihak lain untuk melakukan penyalahgunaan.

Baca Juga :  Kolaborasi Pemko dan UPTD PPA Hadirkan Ruang Layanan Baru Samsat di MPP Banda Aceh

Karena itu, edukasi keamanan informasi perlu mendorong masyarakat lebih waspada dalam menyerahkan dokumen identitas. Pada saat yang sama, setiap pihak yang mengumpulkan data harus memastikan informasi tersebut digunakan sesuai tujuan, disimpan secara aman, dan tidak dibiarkan berpindah tangan tanpa kendali.

Asna menegaskan, menjaga data pribadi bukan hanya soal merahasiakan nomor identitas, tetapi juga memastikan setiap salinan dokumen yang diberikan kepada pihak lain tetap terlindungi. (Adv)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

DP3AP2KB Banda Aceh Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, Cegah KDRT dari Lingkungan Keluarga

Pemko Banda Aceh

LPPK Cerminan Kepemimpinan Daerah, Pemko Banda Aceh Gandeng Kemendagri Gelar Bimtek 2025

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Salurkan 5 Rumah Layak Huni, Afdhal: Ini Amanah dari Muzakki

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Lepas 100 Kafilah Banda Aceh ke MTQ XXXVII di Pidie Jaya

Advertorial

Kafilah Aceh Matangkan Persiapan, 56 Peserta Siap Berlaga di MTQ Nasional 2026

Pemko Banda Aceh

Calon Kafilah MTQ Banda Aceh Dibekali Teknik Menulis dan Mental Kompetisi KTIQ

Pemko Banda Aceh

Korban Kebakaran Lamdingin Terima Bantuan Masa Panik dari Pemko Banda Aceh

Daerah

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan “Banda Aceh Peduli” untuk Korban Banjir Bandang di Bireuen