Home / Daerah

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:12 WIB

Eks Kombatan GAM Dukung Sidak DPRK Bireuen ke Gudang BPBD, Soroti Dugaan Penimbunan Bantuan Banjir

mm Tiara Ayu Juneva

Tokoh masyarakat Bireuen sekaligus eks kombatan GAM, Hasnawi Ilyas alias Awi Juli. Foto: Dok. Istimewa

Tokoh masyarakat Bireuen sekaligus eks kombatan GAM, Hasnawi Ilyas alias Awi Juli. Foto: Dok. Istimewa

Bireuen — Tokoh masyarakat Bireuen yang juga eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPRK Bireuen yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang BPBD terkait penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor.

Menurut Awi Juli, sidak tersebut menunjukkan DPRK Bireuen mulai berani menjalankan mandatnya sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama DPRK adalah mengawasi kinerja pemerintah kabupaten, bukan justru menjadi pendukung kebijakan pemerintah yang bermasalah.

Baca Juga :  Ketua PBN Aceh, Drs. Isa Alima, Apresiasi Langkah Forbes dalam Menyikapi Polemik Empat Pulau di Aceh Singkil

“Ini langkah yang patut diapresiasi. DPRK sudah mulai bernyali dan menjalankan tugasnya dengan benar, yakni mengawasi pemerintah, bukan malah membela atau menutupi persoalan,” ujar Awi Juli kepada wartawan, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia mengaku tidak habis pikir melihat masih adanya bantuan yang menumpuk di gudang BPBD, sementara musibah banjir dan longsor di Bireuen telah berlangsung hampir dua bulan dan masyarakat terdampak masih hidup dalam penderitaan.

“Sudah dua bulan rakyat menjadi korban banjir dan longsor, tapi pemerintah daerah masih berani menumpuk bantuan. Hari ini rakyat terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membersihkan lumpur di rumah mereka,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rp2 Miliar Dana UMKM Siap Digelontorkan, Afdhal Ajak Warga Bayar Zakat di Baitul Mal

Awi Juli juga menyoroti akar persoalan bencana, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari kerusakan hutan di Bireuen akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Ia menyebut praktik tersebut diduga melibatkan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan.

“Yang dirusak itu hutan Bireuen untuk kepentingan perkebunan sawit para oknum berkuasa. Tapi yang menanggung dampaknya justru rakyat kecil,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Buka Meuseuraya Festival 2025

Selain mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang diduga menimbun bantuan, Awi Juli juga meminta aparat penegak hukum turun langsung mengusut persoalan tersebut hingga tuntas. Ia turut mendesak adanya penertiban perkebunan sawit tanpa izin di kawasan hutan Bireuen.

“Kalau memang serius melindungi rakyat, tertibkan sawit ilegal di kawasan hutan. Jangan hanya rakyat yang disuruh bersabar, sementara perusak lingkungan dibiarkan,” pungkas Awi Juli. (R)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

TP PKK Aceh Tinjau Pengungsian Korban Banjir Bandang di Meurah Dua, Fokus pada Kesehatan dan Trauma Healing

Daerah

Warkop Akhi Kupi Lubok Batee Hadir dengan Sentuhan Lokal dan Semangat Gotong Royong

Daerah

Dirlantas Polda Aceh Cek Kesiapan Inovasi SIM Corner dan Layanan Ganti STNK 5 Tahunan di MPP

Daerah

Nasib Korban Banjir Bireuen: Enam Bulan Bertahan di Tenda, Bantuan Hunian Tak Kunjung Datang

Daerah

Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Aceh Utara Gelar Lomba Baris Berbaris Pelajar

Daerah

Rektor UIN Ar-Raniry Apresiasi Peran Jusuf Kalla dalam Perdamaian Aceh

Daerah

RS Mulia Raya Resmi Beroperasi di Aceh Timur, Bupati Tekankan Nilai Kemanusiaan dalam Pelayanan

Daerah

Buka Puasa Bersama, ZLD Polres Bener Meriah Santuni Anak Yatim