Aceh Barat — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat, Ny. Afrinda Novalia, S.E., M.M, membuka kegiatan pelatihan bordir yang digelar di kantor Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) setempat, Sabtu (1/11/2025).
Dalam sambutannya, Afrinda mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut sebagai langkah konkret dalam melestarikan kerajinan daerah serta menjadikan kain bordir sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar lokal maupun nasional.
“Dekranasda merupakan wadah untuk mempromosikan produk-produk kerajinan daerah sekaligus menjembatani kebutuhan dunia usaha, seperti akses pasar, teknologi, investasi, dan peningkatan sumber daya manusia bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM),” ujar Afrinda.
Ia berharap melalui kegiatan pelatihan ini, para peserta dapat lebih memahami perkembangan industri kerajinan di tengah kondisi usaha yang semakin dinamis dan kompetitif.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan kerajinan bordir dan payet Aceh Barat semakin dikenal dan diminati konsumen, sehingga peluang pasarnya terbuka lebih luas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” tambahnya.
Afrinda juga menekankan pentingnya inovasi dalam setiap produk agar kerajinan bordir memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi.
“Kami berharap peserta dapat memperoleh inovasi baru dalam membuat kerajinan bordir yang lebih menarik, berdaya saing, dan bernilai tinggi,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Barat secara berkelanjutan terus melakukan pembinaan dan peningkatan kemampuan SDM IKM melalui berbagai program pelatihan serta keikutsertaan dalam pameran produk IKM, baik di dalam maupun luar Provinsi Aceh.
“Dengan pembinaan berkelanjutan, kita berharap dapat mewujudkan IKM yang mandiri dan andal, mulai dari penyediaan bahan baku, pembinaan produksi, hingga fasilitas pemasaran,” jelasnya.
Afrinda menutup sambutannya dengan pesan agar peserta pelatihan benar-benar memanfaatkan kesempatan ini untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan kearifan budaya lokal.
“Manfaatkan kegiatan ini seoptimal mungkin, teruslah berinovasi dengan sentuhan kekinian, namun tetap berakar pada budaya daerah,” pungkasnya.***
Editor: DahlanReporter: Syaiful AB













