Redelong – Kampung Bahgie Bertona, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, terus menunjukkan potensi besar di sektor pertanian, khususnya komoditas alpukat dari dataran tinggi Tanah Gayo. Produksi buah alpukat di kampung tersebut kini mampu mencapai sekitar 100 ton setiap bulan.

Kepala Desa (Reje) Kampung Bahgie Bertona, Riskan Fitra yang akrab disapa Asenk, menyampaikan bahwa hasil panen alpukat dari wilayahnya tidak hanya berasal dari Kecamatan Bandar, tetapi juga dihimpun dari berbagai daerah dataran tinggi Gayo seperti Kecamatan Mesidah, Permata, hingga wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah penyampaiannya pada Sabtu (16/5/2026)
Distribusi buah alpukat tersebut dilakukan melalui jalur Aceh – Toba – Sidikalang hingga dikirim ke Pulau Dewata, Bali.
Selain menjabat sebagai reje, Riskan Fitra juga menjalankan usaha sebagai pengepul buah alpukat, yang turut berperan dalam menghimpun hasil panen petani sebelum didistribusikan ke berbagai daerah.
“Alpukat dari dataran tinggi Gayo memiliki kualitas unggul karena ditanam di wilayah dengan kondisi tanah dan iklim yang sangat mendukung,” ujar Asenk.
Ia menambahkan, tingginya permintaan pasar terhadap alpukat Gayo menjadi peluang besar bagi para petani untuk terus meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen. Peran pengepul dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas pemasaran hasil pertanian masyarakat.
“Selain meningkatkan ekonomi petani, keberadaan usaha pengepul alpukat ini juga mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, mulai dari tenaga sortir, pengangkutan hingga distribusi,” tambahnya.
Pemerintah kampung berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun sektor swasta, guna memperkuat distribusi dan pemasaran, sehingga alpukat dari Tanah Gayo semakin dikenal luas di tingkat nasional.
Dengan potensi yang dimiliki, Kampung Bahgie Bertona optimis komoditas alpukat akan terus berkembang dan menjadi produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar luar Aceh.(*)
Editor: DahlanReporter: Rahmat Ramadhan










