Home / Ekbis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 08:00 WIB

Bonto Matene Jadi Kampung Zakat, Warga Terima Bantuan Ekonomi

mm Redaksi

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. dok. Kemenag Ri

Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad. dok. Kemenag Ri

Maros – Banyak warga di Maros mendapatkan manfaat dari Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf yang dibuka Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Sabtu (4/10/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menetapkan Desa Bonto Matene sebagai Kampung Zakat. Warga menerima berbagai bantuan ekonomi, mulai dari dana pemberdayaan senilai Rp10 juta, pembangunan Z-Mart, program BAZNAS Microfinancial Desa, paket pendidikan, mushaf Al-Qur’an, perlengkapan sekolah, hingga santunan anak yatim.

Dana bantuan bersumber dari kerja sama Kementerian Agama (Kemenag), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ). Selain itu, diberikan bantuan simbolis, seperti 70 sertifikat tanah wakaf untuk tempat ibadah, beasiswa bagi 22 mahasiswa STAI DDI Maros senilai Rp132 juta, dan bantuan UMKM.

Baca Juga :  DPR RI Setujui Tambahan Anggaran Rp1,77 Triliun untuk Kementerian Transmigrasi

Program ini juga mencakup hak guna aset Pemerintah Daerah berupa tambak dan sawah seluas 11.748 m², sertifikat wakaf uang Rp77,7 juta, imbal hasil wakaf produktif Rp24 juta, dan program Inkubasi Wakaf Produktif senilai Rp150 juta. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga diberikan untuk 50 orang di Klinik Wakaf Masjid Agung, ditambah santunan anak yatim senilai Rp21 juta serta penyaluran mushaf Al-Qur’an dan buku keagamaan kepada DKM Masjid Al Markaz dan Al Ikhlas.

Baca Juga :  BSI Aceh Tetap Buka di Hari Libur, Layanan Aktif di 53 Cabang

Usai acara, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, bersama Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, meninjau lokasi penyaluran bantuan di Desa Bonto Matene. Mereka disambut hangat pemerintah desa dan warga setempat.

Salah satu warga, Ramlah, menyatakan komitmennya mendukung program Kampung Zakat. “Kami ingin tetangga yang mungkin miskin menjadi mandiri secara ekonomi. Dari penerima zakat yang kemudian bisa menjadi pemberi zakat,” ujarnya.

Abu Rokhmad menjelaskan, Kampung Zakat adalah program kolaboratif Kemenag, BAZNAS, dan LAZ untuk memberdayakan masyarakat berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Bantuan diberikan sesuai kebutuhan penerima, baik modal usaha maupun bantuan sosial untuk warga sepuh yang tidak produktif.

Baca Juga :  BSI dan Asbisindo Tegaskan Perbankan Syariah Siap Pimpin Keuangan Berkelanjutan

“Pengelolaan zakat produktif menjadi kunci agar bantuan ekonomi dapat berputar di desa. Mustahik bisa menyekolahkan anak, melanjutkan hidup, dan menjadi mandiri,” tegas Abu Rokhmad.

Melalui program ini, Bonto Matene diharapkan menjadi contoh desa yang mandiri secara ekonomi dan sosial, sekaligus model pengelolaan dana sosial keagamaan yang produktif dan berkelanjutan.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Samira Travel Gelar Stage Velocity Aceh di Banda Aceh, Ratusan Mitra Antusias Ikuti Motivasi CEO

Ekbis

BSI Aceh Gelar Subuh Keliling, Perkuat Sinergi Spritual dan Sosial

Daerah

Bank Aceh Salurkan Bantuan “Bank Aceh Peduli” untuk Penanganan Bencana di Aceh

Ekbis

Ketua IAD Aceh Kunjungi Dekranasda Aceh Besar, Dukung UMKM Tembus Pasar Nasional

Ekbis

BSI Agen di Aceh Tembus 19.293 Jaringan, Catat Transaksi Rp69 Triliun Sepanjang 2025

Ekbis

Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif

Ekbis

Bank Aceh Catat Pertumbuhan Kinerja Positif hingga Kuartal III 2026

Daerah

Jadi Plt Kabid Humas Bank Aceh, Hafas Silaturahmi ke PWI