Home / Pendidikan

Kamis, 30 Oktober 2025 - 07:00 WIB

Kemenag dan Kemenbud Gelar Santri Film Festival 2025, Angkat Tema “Santri Memandang Dunia Melalui Lensa Budaya”

mm Redaksi

Banner Santri Film Festival (SANFFEST) 2025. dok. Kemenag RI

Banner Santri Film Festival (SANFFEST) 2025. dok. Kemenag RI

Jakarta — Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan menyelenggarakan Santri Film Festival (SANFFEST) 2025 dengan tema “Santri Memandang Dunia Melalui Lensa Budaya.” Ajang sinema pesantren berskala nasional ini menjadi wadah bagi santri seluruh Indonesia untuk menyalurkan kreativitas dan menggali nilai-nilai pesantren melalui film pendek.

Festival Director SANFFEST 2025, Fadhli Sapawie, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari kebangkitan kebudayaan berbasis nilai Islam dan kearifan lokal. “Kami ingin memastikan pesantren turut menjadi pelaku aktif dalam ekosistem perfilman nasional,” ujarnya dalam pertemuan di ruang rapat Direktur Pesantren Kemenag, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga :  Hafiz Asal Rokan Hulu Raih Juara II MHQ Internasional 2025 di Arab Saudi

Kolaborasi lintas kementerian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi antara pendidikan keagamaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Direktorat Pesantren Kemenag akan memfasilitasi jejaring pesantren di seluruh Indonesia untuk mendorong munculnya sineas muda dari kalangan santri.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyebut SANFFEST 2025 sebagai bukti keterbukaan pesantren terhadap dunia kreatif tanpa meninggalkan ruh spiritualitasnya. “Film adalah medium dakwah kultural yang efektif di era digital. Melalui SANFFEST, santri belajar mengemas nilai-nilai Islam dan kearifan lokal dalam bahasa visual,” katanya.

Baca Juga :  Disdikbud Aceh Selatan Gandeng Bank Aceh Syariah, Transaksi Dana BOS Bakal Nontunai

Rangkaian SANFFEST 2025 diawali dengan Ta’aruf Film yang menghadirkan tokoh nasional seperti Habiburrahman El Shirazy, Deddy Mizwar, Asma Nadia, dan Ustadz Erick Yusuf. Mereka akan memberikan pembekalan tentang nilai-nilai syariat dalam perfilman serta praktik produksi berbasis budaya lokal.

Festival ini juga menghadirkan workshop daring nasional pada 25 Oktober–9 November 2025 yang mencakup pelatihan penulisan skenario, penyutradaraan, sinematografi, penyuntingan gambar, dan tata suara. Film hasil peserta akan dikurasi oleh tim profesional yang terdiri dari sineas, akademisi pesantren, dan praktisi budaya.

Baca Juga :  ASN Mengajar Aceh Dapat Dukungan Penuh Dinas Pendidikan, Targetkan Anak Marginal di Lamteuba

Pendaftaran karya dibuka mulai 10–29 November 2025 melalui laman https://sanffest.com. Puncak acara Awarding Night SANFFEST 2025 dijadwalkan pada 14 Desember 2025, sebagai malam penghargaan bagi karya terbaik sekaligus ajang jejaring nasional bagi komunitas perfilman santri.

Basnang berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan ekosistem kreatif pesantren yang berkelanjutan serta menempatkan santri sebagai aktor penting dalam percakapan kebudayaan nasional dan global.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Santri Dayah Aceh Kembali Belajar, Pemerintah Fokus Pemulihan Pascabanjir

Pendidikan

KPM Tematik 2026 UNADA Gelar Diskusi Ilmiah “Peningkatan Pemahaman Penulisan Skripsi dan Artikel Ilmiah”

Pendidikan

4.971 Mahasiswa Baru UIN Malang Ikuti PBAK, Kapuspenma Tekankan Pentingnya Kepemimpinan

Pendidikan

BSI Scholarship 2026 Dibuka, Target 3.300 Mahasiswa Berprestasi di Seluruh Indonesia

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Buka Pelatihan Operator untuk Percepatan Pelaporan Ekonomi Dayah

Kesehatan

Marlina Muzakir Kampanyekan Gemar Makan Ikan kepada Siswa di Sabang

Pemerintah Aceh

Alumni Dayah Al-Muslimun Lhoksukon, Muhsin Kini Nahkodai Dinas Pendidikan Dayah Aceh

Opini

Opini: Pendidikan Diniyah dan Muatan Lokal, Investasi Peradaban untuk Masa Depan Aceh