Home / Pemko Banda Aceh

Rabu, 4 November 2026 - 15:44 WIB

Wamenkomdigi Ajak Startup Aceh Bawa Kopi Gayo ke Pasar Digital Global

mm Redaksi

Wamenkomdigi Nezar Patria menyampaikan sambutan dalam acara Aceh Startup Day 2026 di Banda Aceh, Senin (02/11/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Wamenkomdigi Nezar Patria menyampaikan sambutan dalam acara Aceh Startup Day 2026 di Banda Aceh, Senin (02/11/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Jakarta – Posisi strategis Aceh di Selat Malaka membuka peluang bagi startup lokal untuk menembus pasar Asia Tenggara.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengajak generasi muda memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis berbasis potensi daerah yang mampu menjangkau pasar Malaysia, Singapura, hingga Thailand.

“Aceh punya potensi yang besar bukan hanya di tingkat nasional. Karena posisi kita ada di Selat Malaka, kita punya peluang yang cukup besar untuk bisa berbisnis lintas negara,” ujarnya dalam acara Aceh Startup Day 2026 di Banda Aceh, Senin (2/11/2026).

Menurut Wamen Nezar, letak geografis Aceh yang berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional merupakan keunggulan yang perlu dimanfaatkan untuk memperluas pasar produk dan layanan digital.

Kedekatan dengan negara-negara Asia Tenggara memberikan peluang bagi startup Aceh untuk mengembangkan aplikasi dan model bisnis yang dapat digunakan masyarakat lintas negara.

Baca Juga :  Diskominfotik Banda Aceh Ikut Peluncuran Garuda Spark Innovation Hub Secara Serentak

“Rekan-rekan generasi muda Aceh, kita gunakan kesempatan ini agar kita outward looking. Kita melihat keluar, kita coba buat aplikasi-aplikasi yang berbasis di Aceh tapi juga dipakai oleh negara-negara tetangga,” tegasnya.

Wamen Nezar menjelaskan peluang tersebut dapat dikembangkan dengan mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, terutama sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketiga sektor tersebut memiliki ruang besar untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar melalui inovasi teknologi digital.

Ia mencontohkan potensi perikanan di sepanjang pesisir utara dan timur Aceh yang berbatasan dengan Selat Malaka.

Menurutnya, startup dapat menghadirkan solusi teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi, memperbaiki rantai pasok, serta memperluas akses pemasaran hasil perikanan.

Baca Juga :  Dari Gampong hingga UPTD PPA, DP3AP2KB Banda Aceh Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Peluang serupa juga terbuka bagi komoditas unggulan Aceh seperti kopi Gayo, cokelat, dan nilam.

Wamen Nezar menilai teknologi digital dapat membantu pelaku usaha memperkuat identitas produk, meningkatkan nilai tambah, dan menjangkau konsumen internasional tanpa bergantung sepenuhnya pada pola pemasaran konvensional.

“Jadi kita gunakan kesempatan ini bagaimana bisa memasarkan kopi Gayo itu bukan cuma ada di Banda Aceh, kota seribu kedai kopi, tapi bagaimana dia bisa kita pindahkan ke lanskap digital,” ungkapnya.

Wamen Untuk mendukung pengembangan startup tersebut, Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan penguatan ekosistem inovasi melalui Garuda Spark Innovation Hub.

Wamen Nezar menyampaikan bahwa Banda Aceh diusulkan menjadi salah satu dari 10 kota pengembangan Garuda Spark di Indonesia.

Program tersebut diharapkan dapat mempertemukan komunitas startup lokal dengan jaringan inovasi nasional, sekaligus membuka akses terhadap pendampingan bisnis, pengembangan teknologi, dan sumber daya yang diperlukan untuk memperbesar skala usaha.

Baca Juga :  Rakor Kesehatan Banda Aceh: Fokus Stunting, TBC, HIV/AIDS, Malaria, dan JKA Baru

Lebih lanjut, Wamen Nezar mengingatkan bahwa besarnya populasi generasi muda Aceh menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.

Dengan sekitar 51 persen penduduk berasal dari kelompok generasi Z dan milenial, Aceh memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menciptakan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kreativitas dan keberanian mengambil langkah menjadi modal penting agar potensi daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.

“Yang paling penting adalah kita harus mulai, itu yang paling penting. Kita harus mulai dan biarkan dia bertumbuh dan berkembang,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Tiga Warga Ulee Kareng Terima Rumah Baru, Program Rumah Layak Huni Banda Aceh Berlanjut Tahun 2026

Pemko Banda Aceh

Illiza Lantik 66 Pejabat Pemko Banda Aceh, Tegaskan Jabatan Bukan Hadiah Tapi Amanah

Pemko Banda Aceh

Ramadan 1447 H, Afdhal Khalilullah Apresiasi Peran Muhammadiyah Banda Aceh dalam Bidang Sosial dan Pendidikan

Pemko Banda Aceh

Pendataan Infrastruktur Digital, Pemko Banda Aceh Sasar Menara BTS di Lueng Bata

Pemko Banda Aceh

Zona Inspirasi KompasTV: Illiza Paparkan Strategi Mitigasi Bencana Banda Aceh dari Rumah Pompa hingga EWS

Pemko Banda Aceh

Ajang Olahraga di Banda Aceh Bangkitkan Semangat Kompetisi Sehat

Pemko Banda Aceh

Kipas Bambu Bermotif Pintu Aceh Dikembangkan Jadi Produk Souvenir Khas Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Survei Akreditasi Puskesmas Kuta Raja, Dinkes Banda Aceh Tekankan Mutu Pelayanan