BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh memperluas strategi pengembangan ekonomi dengan mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat pemasaran, dan membantu pelaku usaha menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang membantu peningkatan kapasitas pelaku usaha di Banda Aceh. Salah satunya seperti yang dilakukan Pemko Banda Aceh saat AIM ASEAN Roadshow, pada Senin (26/10/2026). Kesempatan itu menghadirkan pelatihan bagi 400 pelaku UMKM di Gedung Politeknik Aceh.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan perkembangan teknologi AI dapat memberikan dukungan besar bagi pelaku usaha, terutama dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan bisnis.
“Karena perkembangan AI hari ini sangat bisa memberikan dukungan, bantuan agar percepatan pengelolaan usaha itu menjadi lebih profesional baik bagaimana menyangkut tentang pengelolaan keuangan, kemudian pola cara bagaimana mempromosikan lebih dengan menarik,” jelas Illiza, dikutip pada Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu UMKM mengembangkan usaha tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk berbagai kebutuhan pendukung, termasuk pembuatan materi promosi dan pengelolaan administrasi.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Banda Aceh Academy dengan ASEAN Foundation dan difasilitasi Politeknik Aceh. Peserta mendapatkan pembekalan dasar agar mampu memahami dan menggunakan AI secara tepat dalam kegiatan usaha.
Illiza menyebutkan pelatihan tersebut merupakan tahap awal. Pemko juga merencanakan pelatihan lanjutan pada Februari 2027 untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam mengadopsi teknologi tersebut.
Selain pelatihan, pemerintah menyiapkan proyek percontohan Garuda Spark yang akan mendapat dukungan Kementerian Komunikasi dan Digital serta Banda Aceh Academy. Program ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pelaku UMKM, talenta digital, komunitas teknologi, dan perusahaan rintisan lokal.
Dengan penguatan kemampuan digital tersebut, Pemko berharap UMKM Banda Aceh semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu memperluas pasar, dan memiliki daya saing yang lebih baik.[]
Editor: RedaksiReporter: Ratish











