Home / Pemko Banda Aceh

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Cegah Kekerasan dari Hulu, DP3AP2KB Banda Aceh Libatkan Keluarga dan Masyarakat

Ratish

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Risda Zuraida, SE. Foto: Dok. DP3AP2KB

Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Risda Zuraida, SE. Foto: Dok. DP3AP2KB

BANDA ACEH – Mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa hanya mengandalkan penanganan setelah kasus terjadi. Kesadaran masyarakat, pola pengasuhan dalam keluarga, serta kepedulian lingkungan menjadi bagian penting untuk memutus berbagai bentuk kekerasan sejak awal.

Persoalan kekerasan sering kali berkembang di lingkungan yang kurang memiliki pemahaman tentang hak perempuan dan anak. Karena itu, edukasi menjadi salah satu langkah yang perlu terus diperkuat agar masyarakat mampu mengenali bentuk kekerasan dan memahami cara mencegahnya.

DP3AP2KB Kota Banda Aceh melakukan upaya tersebut melalui kegiatan sosialisasi, advokasi, kampanye anti kekerasan, dan koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Hadiri Light Up The Dream, Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah kampanye Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan. DP3AP2KB kerap menggelar rapat koordinasi pencegahan kekerasan dengan melibatkan peserta dari organisasi perangkat daerah dan instansi vertikal.

Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencegah kekerasan. Sebab, persoalan ini memiliki keterkaitan dengan banyak sektor, mulai dari keluarga, pendidikan, kesehatan, lingkungan sosial, hingga penegakan hukum.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Dukung Sensus Ekonomi 2026, Wali Kota Imbau Warga Terima Petugas BPS

Di tingkat masyarakat, edukasi juga perlu menjangkau orang tua, aparatur gampong, tokoh masyarakat, dan lingkungan pendidikan. Mereka memiliki peran penting dalam membangun komunikasi yang sehat, mengenali tanda-tanda kekerasan, serta memberikan dukungan kepada korban.

Plt Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari AR, S.STP., M.M., melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Risda Zuraida, SE mengatakan bahwa pemahaman tentang kekerasan juga harus diperluas.

“Kekerasan tidak hanya berbentuk tindakan fisik, tetapi dapat berupa kekerasan seksual, psikis, penelantaran, eksploitasi, hingga berbagai bentuk perundungan yang merugikan anak,” ujar Risda, dikutip Rabu (14/10/2026).

Baca Juga :  Dinkes Banda Aceh dan Tim Lintas Instansi Tinjau Kesiapan Pelayanan RS Cempaka Lima

Melalui pendekatan pencegahan tersebut, DP3AP2KB ingin mendorong perubahan cara pandang masyarakat. Persoalan kekerasan tidak boleh dianggap sebagai urusan pribadi semata ketika sudah menyangkut keselamatan dan hak seseorang.

“Dengan memperkuat edukasi dan keterlibatan masyarakat, upaya pencegahan diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak tidak terbentuk dengan sendirinya, tetapi membutuhkan kepedulian dan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.(*)

Editor: RedaksiReporter: Ratish

Share :

Baca Juga

Nasional

Pemko Banda Aceh Dinobatkan sebagai Kota Terbaik Akses Kesehatan di Ajang Nasional 2026

Pemko Banda Aceh

Resmikan Kantor Pemasaran Sucofindo Aceh, Illiza: Peluang Baru bagi UMKM dan Ekonomi Daerah

Pemko Banda Aceh

Keluarga Kuat, Anak Terlindungi, DP3AP2KB Banda Aceh Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga

Pemko Banda Aceh

Pendataan Infrastruktur Digital, 45 Menara BTS di Baiturrahman Disisir Pemko Banda Aceh
Banda Aceh dan Exzellenz Institut

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh dan Exzellenz Institut Luncurkan Program Ausbildung

Pemko Banda Aceh

Illiza: Pengelolaan Zakat Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Pemko Banda Aceh

Illiza Terima Penghargaan, Banda Aceh Peringkat Ketiga Akses Pendidikan Tingkat Kota

Pemko Banda Aceh

Peukan QRIS Ramadhan 2026 Resmi Ditutup di Banda Aceh, Dorong Transaksi Digital UMKM