Home / Pemko Banda Aceh

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Pemko Banda Aceh Libatkan Industri dan Akademisi dalam Pengembangan Banda Aceh Academy

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memberikan sambutan dan arahan saat membuka Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Review dan Pendalaman Kurikulum serta Modul Banda Aceh Academy di Balai Keurukoen, Minggu (25/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memberikan sambutan dan arahan saat membuka Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Review dan Pendalaman Kurikulum serta Modul Banda Aceh Academy di Balai Keurukoen, Minggu (25/10/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan bahwa kurikulum dan modul Banda Aceh Academy (BAA) harus disusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Review dan Pendalaman Kurikulum serta Modul Banda Aceh Academy di Balai Keurukoen, Minggu (25/10/2026).

“Banda Aceh Academy ini merupakan terobosan kita untuk mewujudkan visi dan misi wali kota dan wakil wali kota, maka ini harus menuntut keseriusan dari kita bersama,” ucap Illiza.

Baca Juga :  Illiza Dorong Keterbukaan Informasi Publik Lewat Digitalisasi Layanan

Menurutnya, penyusunan kurikulum BAA tidak boleh hanya mengandalkan pandangan internal penyelenggara. Kurikulum harus dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan industri dan perkembangan dunia kerja sehingga keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan sesuai tuntutan lapangan.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan program tersebut. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan perlu melibatkan dunia industri, akademisi, komunitas, serta sektor perbankan untuk memperkuat pelaksanaan Banda Aceh Academy.

Baca Juga :  Zona Inspirasi KompasTV: Illiza Paparkan Strategi Mitigasi Bencana Banda Aceh dari Rumah Pompa hingga EWS

Illiza juga mendorong agar BAA tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi turut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem lapangan pekerjaan di Kota Banda Aceh. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan maupun mengembangkan usaha.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa perubahan kebutuhan tenaga kerja dan perkembangan zaman menuntut sumber daya manusia untuk terus beradaptasi. Karena itu, kurikulum dan modul BAA perlu dirancang secara relevan, fleksibel, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja pada masa mendatang.

Baca Juga :  GPM di Jaya Baru Disambut Warga, Beras hingga Telur Dijual Rp170 Ribu

Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap proses peninjauan dan pendalaman kurikulum dapat menghasilkan program pelatihan yang lebih terarah, sesuai kebutuhan pasar kerja, serta didukung oleh keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Diskominfotik Ramaikan Maulid Raya Banda Aceh dengan Festival

Pemko Banda Aceh

Sekda Banda Aceh Temui BRIN, Bahas Riset untuk Sampah, Bencana, Energi hingga UMKM

Pemko Banda Aceh

Gerakan Pangan Murah di Banda Aceh Bantu Warga Jaga Daya Beli

Pemko Banda Aceh

Program Guru Berdaya di Banda Aceh, Illiza Dorong Guru Berkualitas dan Inspiratif

Pemko Banda Aceh

Semarak HUT ke-81 RI, Pemko Banda Aceh Gelar Family Gathering di Pantai Riting

Pemko Banda Aceh

Meunasah Ateuk Jawo Jadi Lokasi Safari Dakwah Malam Ahad DSI Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Usulkan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Siapkan Lahan 15 Hektare

Pemko Banda Aceh

Tingkatkan Akurasi Data, BKPSDM Banda Aceh Bahas SIMPEG dalam Workshop ASN