Bener Meriah – Masyarakat Desa Gunung Sayang, Kecamatan Mesidah, Kabupaten Bener Meriah, menggelar gotong royong massal pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan sisi kanan dan kiri badan jalan serta pemotongan pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, sebagai langkah menjaga lingkungan dan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Dalam kegiatan tersebut, warga bahu-membahu membersihkan semak belukar dan tumbuhan liar yang tumbuh di sepanjang badan jalan. Selain membuat lingkungan lebih bersih dan tertata, kegiatan ini juga bertujuan menjaga akses jalan agar tetap nyaman dan aman dilalui masyarakat.
Reje (Kepala Desa) Gunung Sayang, Juandi, mengatakan gotong royong massal tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan, terutama menghadapi cuaca yang tidak menentu.
Menurutnya, pohon-pohon yang berpotensi tumbang perlu mendapat perhatian karena dapat membahayakan keselamatan warga, khususnya ketika hujan lebat disertai angin kencang.
“Kami bersama masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan sisi kanan dan kiri badan jalan, sekaligus memotong pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca yang perlu diwaspadai,” ujar Juandi.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian bersama, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda wilayah tersebut.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. Jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang, masyarakat hendaknya menghindari berteduh di bawah pohon besar, berhati-hati saat berkendara, dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi tidak memungkinkan,” imbaunya.
Juandi turut mengingatkan warga agar memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar rumah maupun akses jalan yang sering dilalui. Apabila menemukan pohon yang rawan tumbang atau tanda-tanda yang berpotensi menimbulkan longsor, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparatur desa agar dapat dilakukan langkah penanganan.
Ia menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi bencana membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Karena itu, semangat gotong royong diharapkan terus dipertahankan, tidak hanya dalam kegiatan pembersihan jalan, tetapi juga dalam menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan tempat tinggal.
Selain membantu menjaga kondisi jalan, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan antarwarga. Melalui gotong royong, masyarakat dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap fasilitas umum sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Juandi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar lingkungan Desa Gunung Sayang tetap bersih, akses jalan terpelihara, serta masyarakat semakin siap menghadapi kemungkinan dampak cuaca ekstrem.
Dengan adanya partisipasi aktif warga, diharapkan potensi bahaya di sekitar lingkungan dapat dikenali lebih awal dan risiko yang mengancam keselamatan masyarakat dapat diminimalkan.(*)
Editor: Dahlan










