SIMEULUE – Tangis dan duka keluarga almarhum Ruslan, warga Desa Kuala Makmur, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, semakin terasa ketika jenazahnya sempat tertahan selama beberapa hari di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Di tengah suasana kehilangan dan keterbatasan keluarga untuk membawa pulang jenazah ke kampung halaman, kepedulian sesama warga Simeulue justru mengalir dari berbagai penjuru.
Paguyuban Teupah Timur Sao Lahan mengambil bagian dengan menggalang donasi untuk membantu biaya pemulangan jenazah almarhum Ruslan dari Banda Aceh menuju Desa Kuala Makmur, Simeulue.
Gerakan kemanusiaan tersebut mendapat respons positif dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Simeulue, Bupati dan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, Anggota DPRA, Ir. Iskandar, DPRK Simeulue hingga masyarakat dan para dermawan dari dalam maupun luar daerah.
Hingga donasi ditutup, dana yang berhasil terkumpul mencapai Rp5.950.000.
Ketua Paguyuban Teupah Timur Sao Lahan, Asmadi. MS, SE, bersama perwakilan pengurus dan anggota paguyuban, menyerahkan bantuan tersebut kepada keluarga almarhum Ruslan di kediamannya, Desa Kuala Makmur, Selasa (15/9/2026).
Asmadi mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian dan keikhlasan para dermawan yang turut merasakan kesedihan keluarga almarhum.
“Bantuan ini merupakan donasi dari para dermawan di Kabupaten Simeulue maupun dari luar daerah sebagai bentuk solidaritas untuk membantu kenduri dan pemulangan jenazah almarhum Ruslan yang sempat lama tertahan di RSUZA karena tidak adanya jadwal kapal feri menuju Simeulue,” ujar Asmadi.
Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya soal jumlah uang yang terkumpul, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian dan rasa persaudaraan masyarakat Simeulue terhadap keluarga yang sedang menghadapi musibah.
Alhamdulillah, jenazah almarhum Ruslan telah tiba di Desa Kuala Makmur pada Sabtu, 12 September 2026 dan telah dimakamkan di tanah kelahirannya.
“Donasi kita serahkan berbentuk sembako dan uang sejumlah Rp. 5.950.000. Semua ini berkat bantuan dan donasi para dermawan serta masyarakat Simeulue yang digalang oleh rekan-rekan Paguyuban Teupah Timur Sao Lahan. Dukungan juga datang dari Pemda Simeulue, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, Anggota DPRA Ir. Iskandar, DPRK serta seluruh masyarakat yang ikut membantu,” kata Asmadi.
Bagi keluarga, kepulangan jenazah Ruslan bukan sekadar perjalanan dari Banda Aceh menuju Simeulue. Itu adalah sebuah harapan yang akhirnya terwujud agar almarhum dapat kembali ke kampung halaman tempat ia dilahirkan untuk dimakamkan.
Di balik duka yang mendalam, ada tangan-tangan yang terulur. Ada orang-orang yang mungkin tidak memiliki hubungan darah dengan almarhum, tetapi memilih untuk hadir dan membantu.
Kisah ini menjadi bukti bahwa jarak tidak mampu memutus tali persaudaraan. Ketika seorang warga Simeulue tertimpa musibah, rasa sepenanggungan mampu menjelma menjadi kekuatan besar untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Sementara itu, pihak keluarga almarhum Ruslan, Erin, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Paguyuban Teupah Timur Sao Lahan, seluruh dermawan, serta masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu proses pemulangan jenazah abangnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, Terkhusus kepada Paguyuban Teupah Timur Sao lahan dan pak Iskandar DPRA. Semoga setiap rupiah yang disumbangkan menjadi amal kebaikan dan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT,” ungkap Erin.
Editor: DahlanReporter: Agus Muliadi










