Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 11 September 2026 - 09:28 WIB

Plt Sekda Aceh Respons Aksi Mahasiswa USK, Janji Perkuat Komunikasi Penanganan Pascabencana

mm Redaksi

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, didampingi para Kepala SKPA/Biro, saat menerima orasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) terkait penanganan pemulihan pascabencana Aceh, di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (10/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Plt. Sekda Aceh, Taufik, ST, M.Si, didampingi para Kepala SKPA/Biro, saat menerima orasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) terkait penanganan pemulihan pascabencana Aceh, di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (10/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik menerima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menyampaikan aspirasi terkait penanganan pemulihan pascabencana di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis sore (10/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Taufik menegaskan Pemerintah Aceh terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Ia memastikan ruang komunikasi tetap tersedia untuk membahas berbagai persoalan yang muncul dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.

Menurutnya, Pemerintah Aceh bersama seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana. Upaya tersebut mencakup sejumlah sektor, terutama pendidikan, kesehatan, dan penyediaan hunian.

“Dalam pemulihan pascabencana sama-sama kita ingin berjalan cepat di semua sektor kehidupan, baik pendidikan, kesehatan maupun rumah hunian,” ujarnya.

Baca Juga :  MoU BLUD SMK Banda Aceh–PT Global Mandiri USK, Kadisdik Tekankan Mental Wirausaha Sekolah

Taufik menjelaskan, Pemerintah Aceh sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk mengevaluasi sekaligus mendorong percepatan penanganan pascabencana.

Komunikasi dengan pemerintah kabupaten/kota juga akan diperkuat agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

“Kami beberapa hari lalu duduk bersama semua SKPA. Kami akan bangun komunikasi yang intensif dengan kabupaten/kota,” kata Taufik.

Ia mengakui proses pemulihan tidak dapat dilakukan Pemerintah Aceh seorang diri. Karena itu, pemerintah membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk menerima masukan dan mencari solusi atas persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

“Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak,” ujarnya.

Untuk memperkuat akses informasi publik, Pemerintah Aceh juga telah menyediakan posko yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan pascabencana.

Baca Juga :  Biro PBJ Setda Aceh Salurkan Donasi Rp12,3 Juta untuk Korban Gempa NTT

“Kami juga sudah buka posko untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Ini niat baik yang akan kami kawal dan laksanakan,” ujar Taufik.

Ia berharap komunikasi dengan mahasiswa tidak berhenti setelah aksi penyampaian aspirasi. Menurutnya, kritik dan masukan dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengawasan bersama terhadap proses pemulihan Aceh.

“Saya harap komunikasi kita terus berlanjut. Besar harapan kami, seperti disampaikan gubernur, agar terus membuka komunikasi dalam penanganan bencana,” katanya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa USK menyampaikan sejumlah temuan dan tuntutan terkait kondisi pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah Aceh.

Ketua BEM USK memaparkan hasil observasi mahasiswa di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Gayo Lues. Berdasarkan pemantauan tersebut, mahasiswa masih menemukan infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana dan belum sepenuhnya tertangani.

Baca Juga :  Sekda Aceh Ikuti Senam Bersama dan Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Mahasiswa meminta kondisi tersebut mendapat perhatian serius karena pemulihan sektor pendidikan berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas belajar masyarakat yang terdampak.

Sementara itu, Ketua BEM Fakultas Teknik USK menyoroti aspek transparansi anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Mahasiswa meminta pemerintah membuka informasi terkait penggunaan anggaran agar masyarakat dapat ikut mengawasi proses pemulihan.

Ketua BEM Fakultas Keperawatan USK turut menyoroti kondisi fasilitas kesehatan yang dinilai belum sepenuhnya pulih. Mahasiswa juga mempertanyakan serapan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) yang dialokasikan untuk penanganan pascabencana.

Aksi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui dialog antara mahasiswa dan Plt Sekda Aceh. Pemerintah Aceh menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan SKPA dan pemerintah kabupaten/kota serta terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dalam mengawal proses pemulihan pascabencana.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pembuatan Akun SPMB Diperpanjang hingga Besok, Kadisdik Aceh Ingatkan Larangan Pungli

Pemerintah Aceh

Mendagri Tito Karnavian dan Mensos Saifullah Yusuf Hadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Pemerintah Aceh

Buka Rakerda Dekranasda Aceh, Taufik Tekankan Penguatan UMKM dan Kriya Berkelanjutan
Sekda Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong Transformasi Kesehatan Menuju 2045

Pemerintah Aceh

Aceh dan DPSMAI Bahas Investasi Berkelanjutan di Berbagai Sektor

Kesehatan

Gubernur Aceh Ajukan Tambahan Anggaran ke Kemenkeu, Pemerintah Pusat Masih Pelajari Permohonan

Daerah

Pemerintah Aceh Janji Upayakan Empat Pulau di Singkil Kembali Masuk Wilayah Aceh

Pemerintah Aceh

DPP APPMBGI Tetapkan Kepengurusan DPD I Aceh Periode 2026–2031