Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 3 September 2026 - 20:28 WIB

Dek Fadh Dorong Percepatan Rehabilitasi Jalan, Jembatan dan Irigasi Pascabencana

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Said Marzuki, S.IP, M.Si, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana secara virtual dari Aula Kantor (BPPA) di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Said Marzuki, S.IP, M.Si, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana secara virtual dari Aula Kantor (BPPA) di Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Jakarta — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

Hal itu disampaikan Dek Fadh dalam rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang digelar secara virtual dari Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Dek Fadh meminta pemerintah kabupaten/kota aktif menyampaikan persoalan dan kebutuhan di lapangan kepada BWS dan BPJN, sehingga penanganan dapat segera dikoordinasikan sesuai kewenangan masing-masing.

Baca Juga :  25 Narapidana di Aceh Langsung Bebas Usai Terima Remisi Kemerdekaan

“Kami harap kabupaten/kota terus komunikasi dengan BWS dan BPJN, agar masalah yang ada bisa diselesaikan di bawah,” ujar Dek Fadh.

Menurutnya, persoalan di sejumlah daerah relatif sama, terutama menyangkut kerusakan sawah, jaringan irigasi, bendungan, jalan, dan jembatan. Infrastruktur tersebut perlu segera dipulihkan untuk mendukung aktivitas masyarakat dan sektor pertanian.

“Kami tahu pekerjaan yang dilakukan BWS dan BPJN. Akan tetapi, ada yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten yang tidak bisa dikerjakan karena tidak memiliki anggaran,” katanya.

Baca Juga :  Kemenag RI Survei Kesiapan Aceh Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2028

Karena itu, Dek Fadh meminta pemerintah kabupaten/kota tidak hanya menunggu penanganan dari pemerintah pusat, tetapi aktif menginventarisasi kerusakan dan berkoordinasi dengan balai teknis untuk menentukan langkah penyelesaiannya.

“Jangan sampai yang parah justru terlambat ditangani. Kita harus aktif dan proaktif,” tegasnya.

Ia mencontohkan kondisi di Sawang, Aceh Utara, yang masih terdapat jalan dan jembatan yang belum rampung ditangani. Kondisi tersebut, kata dia, perlu segera dikoordinasikan agar tidak semakin menghambat aktivitas masyarakat.

Baca Juga :  Sekda Aceh Dukung PWI Perkuat Peran Media di Pembangunan

Selain jalan dan jembatan, pemulihan jaringan irigasi juga menjadi perhatian. Kerusakan saluran irigasi dapat menghambat aliran air ke areal persawahan dan berdampak terhadap produktivitas pertanian.

Rapat tersebut mempertemukan pemerintah kabupaten/kota dengan BWS Sumatera I, BPJN Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum, serta instansi terkait untuk membahas pembagian kewenangan dan langkah percepatan penanganan infrastruktur pascabencana.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

BPBJ Aceh Matangkan Sosialisasi SE Gubernur soal Kompetensi KPA

Pemerintah Aceh

Diklat PPIH Embarkasi Aceh 2026 Resmi Dibuka, Wagub: Petugas Haji Garda Terdepan

Pemerintah Aceh

Perkuat Integritas Lembaga, DPRA Sahkan Peraturan Kode Etik dan Mekanisme Sidang Etik

Ekbis

Saat Hadiri PKS Bank Aceh-TASPEN, Wagub Aceh Minta Zakat Disalurkan lewat Baitul Mal

Pemerintah Aceh

Serapan TKD Bencana Aceh Naik Rp41,16 Miliar dalam Sepekan

Pemerintah Aceh

Zikir Akbar Warnai Peringatan Hari Damai Aceh XXI di Masjid Raya Baiturrahman

News

Wakil Gubernur Aceh Fadlullah Dengarkan Langsung Keluh Kesah Mahasiswa Aceh di Malang

Parlementarial

H. Heri Julius: Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK Harus Dijaga demi Masa Depan Kesehatan Rakyat Aceh