Home / Daerah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:25 WIB

RSUDZA Fokus Tingkatkan Pendapatan BLUD untuk Lunasi Utang Rp416,97 Miliar

mm Redaksi

Direktur Utama RSUDZA Dr. Muhazar bersama Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUDZA T. Hendra Faisal membahas kondisi keuangan dan upaya penyelesaian utang rumah sakit kepada rekanan di Banda Aceh, Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Direktur Utama RSUDZA Dr. Muhazar bersama Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUDZA T. Hendra Faisal membahas kondisi keuangan dan upaya penyelesaian utang rumah sakit kepada rekanan di Banda Aceh, Rabu (26/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainal Abidin (RSUDZA) menargetkan penyelesaian utang kepada pihak ketiga atau rekanan pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan operasional dan pelayanan rumah sakit tetap berjalan optimal di tengah persoalan utang yang mencapai Rp416,97 miliar.

Manajemen RSUDZA saat ini fokus meningkatkan pendapatan yang bersumber dari pelayanan sebagai salah satu upaya untuk memenuhi kewajiban kepada para rekanan.

Wakil Direktur Administrasi dan Umum RSUDZA, T. Hendra Faisal, mengatakan hingga 2026 pihaknya telah membayarkan sekitar Rp112 miliar dari total utang yang terakumulasi.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Pidie Jaya Sediakan Ratusan Nasi Bungkus untuk Berbuka Puasa Bagi Warga  Hunian Sementara 

“Untuk tahun 2026 ini kami sudah menyetor Rp112 miliar. Sementara sisanya segera dibayarkan agar operasional berjalan lancar,” ujar T. Hendra Faisal saat bertemu sejumlah awak media di Banda Aceh, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, pembayaran utang dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keuangan rumah sakit. Manajemen berupaya memastikan kewajiban kepada rekanan dapat diselesaikan sehingga tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Direktur Utama RSUDZA, Dr. Muhazar, menjelaskan total utang yang terakumulasi mencapai Rp416,97 miliar. Utang tersebut antara lain berkaitan dengan pengadaan obat-obatan, peralatan medis, serta kewajiban kepada rekanan lainnya.

Baca Juga :  Wujud Kepedulian Babinsa, Bantu Masyarakat Beternak Kambing di Desa Binaan

“Dari jumlah utang yang terakumulasi sebesar Rp416,97 miliar, RSUDZA secara berkala terus melakukan pembayaran kepada pihak rekanan,” jelas Muhazar.

Selain mengandalkan pendapatan dari pelayanan rumah sakit, manajemen RSUDZA juga akan mengoptimalkan sumber pendapatan lain melalui pengembangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Menurut Muhazar, sejumlah potensi pendapatan baru akan dikembangkan, termasuk usaha kuliner dan layanan lainnya yang dapat mendukung peningkatan pendapatan rumah sakit.

“Kita akan tingkatkan terus pendapatan lainnya melalui BLUD RSUDZA, seperti membuka usaha-usaha kuliner dan layanan lainnya,” katanya.

Baca Juga :  Patroli Malam Satreskrim Polres Bener Meriah, Cegah Kejahatan Jalanan dan Gangguan Kamtibmas

Manajemen RSUDZA juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan pihak legislatif terkait upaya penyelesaian utang kepada rekanan. Dukungan melalui pengalokasian anggaran Aceh 2026 diharapkan dapat mempercepat proses pembayaran kewajiban tersebut.

Muhazar menegaskan, penyelesaian utang menjadi salah satu perhatian utama manajemen agar kondisi keuangan rumah sakit semakin sehat dan kegiatan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung secara optimal.

Upaya peningkatan pendapatan dan penyelesaian kewajiban tersebut diharapkan dapat mengembalikan kondisi operasional RSUDZA agar semakin stabil sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Dorong UMKM Bangkit, Pemko Lhokseumawe Gelar Bazar Ramadhan 2026 di Lapangan Hiraq
Bupati–Wabup Cup II 2025

Daerah

Kick Off Bupati–Wabup Cup II 2025 Ramai Disambut Warga

Daerah

Terkait Pembebasan Ganti Rugi, PT Waskita Temui Warga Pemilik Tanah, Ini Solusinya?

Daerah

Polda Aceh Imbau Masyarakat tidak Takut Laporkan Aksi Premanisme, Call Center 110 Siap 24 Jam

Daerah

Kapolda Aceh Ajak Masyarakat Bersama Jaga Keamanan dan Ketertiban

Daerah

TMMD ke-128 Tahun 2026 Fokus Percepat Pembangunan Desa Terisolir

Daerah

Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Daerah

SPS Salurkan Bantuan Dewan Pers untuk Wartawan di Dataran Tinggi Aceh