Home / Pemko Banda Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:02 WIB

47.450 UMKM Aktif, Illiza Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Ekonomi Banda Aceh

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar kolaborasi PNM dan OJK di Aula OJK Provinsi Aceh, Jumat (14/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar kolaborasi PNM dan OJK di Aula OJK Provinsi Aceh, Jumat (14/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi keuangan, serta memanfaatkan pembiayaan secara produktif agar mampu berkembang dan naik kelas.

Hal tersebut disampaikan Illiza saat menghadiri Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar Kolaborasi PNM dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Aula OJK Provinsi Aceh, Jumat (14/8/2026). Kegiatan mengusung tema “Sinergi Finansial: Wujudkan UMKM Tangguh dan Berkelanjutan.”

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala OJK Provinsi Aceh Dady PerYoga, Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary S, serta sejumlah pimpinan lembaga perbankan dan Pegadaian.

Illiza mengapresiasi kolaborasi OJK dan PNM dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Menurutnya, pengembangan usaha tidak cukup hanya mengandalkan tambahan modal, tetapi harus disertai pengetahuan, pendampingan, literasi keuangan, akses pasar, dan inovasi.

“Modal memang krusial sebagai pemicu awal, tetapi modal tanpa pengetahuan akan cepat habis tak berbekas,” ujar Illiza.

Baca Juga :  Rayakan Kemerdekaan, Jajaran Diskominfotik Banda Aceh Ikuti Beragam Perlombaan

Ia menegaskan, pengembangan UMKM harus diarahkan agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dari usaha mikro menjadi kecil, kemudian menengah, hingga mampu memperluas pasar ke tingkat nasional dan internasional.

Karena itu, Illiza meminta pelaku UMKM mulai menertibkan pencatatan keuangan, meningkatkan kualitas dan kemasan produk, memanfaatkan teknologi digital, serta menggunakan pembiayaan secara sehat dan produktif.

Khusus kepada ibu-ibu peserta PNM Mekaar, Illiza berpesan agar tidak berkecil hati dengan skala usaha yang sedang dijalankan. Menurutnya, usaha yang dimulai dari rumah, warung sederhana, kerajinan, hingga penjualan melalui media sosial tetap memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi keluarga.

Ia berharap pembiayaan yang diterima melalui PNM dapat dijadikan modal untuk mengembangkan usaha, bukan digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

Illiza menyebutkan, Banda Aceh memiliki sekitar 47.450 UMKM aktif yang tersebar di berbagai sektor, seperti perdagangan, pariwisata, kuliner, ekonomi kreatif, jasa pendidikan, usaha digital, wisata bahari, dan perikanan.

Baca Juga :  Sejumlah Jalan Rusak di Banda Aceh Dilaporkan Warga, Pemko Koordinasi dengan PUPR Aceh untuk Perbaikan

“Tugas kita bersama adalah menghubungkan potensi-potensi ini dengan permodalan, ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan jaringan pasar yang lebih luas,” katanya.

Penguatan UMKM tersebut, lanjut Illiza, sejalan dengan Program CEPAT (Penguatan dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat) dalam RPJM Kota Banda Aceh 2025–2029.

Pemko Banda Aceh juga memperkuat keterampilan masyarakat melalui Banda Aceh Academy serta mendorong digitalisasi UMKM melalui Aplikasi Usaha Teman. Sepanjang 2026, berbagai pelatihan diberikan kepada pelaku usaha, mulai dari manajemen keuangan, branding dan konten digital, pembayaran QRIS, hingga legalitas dan perpajakan.

Dari sisi pembiayaan, Illiza menyampaikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aceh pada 2025 mencapai Rp3,84 triliun untuk 41,34 ribu debitur. Sementara Banda Aceh menyerap sekitar Rp270 miliar untuk 2.080 debitur.

Meski demikian, masih terdapat pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam literasi keuangan, administrasi, dan pencatatan usaha. Karena itu, menurut Illiza, sinergi antara OJK, PNM, perbankan, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar akses pembiayaan dapat mendorong pertumbuhan UMKM yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dinsos Banda Aceh Beri Bantuan Kursi Roda, Wujud Kepedulian untuk Warga Rentan

PKU Akbar tersebut diikuti 100 peserta terpilih. Kegiatan dirancang sebagai ruang peningkatan kapasitas pelaku usaha, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Para peserta mendapatkan materi literasi keuangan dari OJK mengenai kanal pengaduan konsumen sektor jasa keuangan, pencatatan keuangan sederhana dari PNM, serta pelatihan penjualan secara daring.

Kegiatan juga diisi dengan showcase produk nasabah, penyerahan beasiswa, dan sertifikat halal untuk mendukung pengembangan usaha peserta.

Menutup sambutannya, Illiza mengajak seluruh pihak menjadikan PKU Akbar sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam membangun perekonomian masyarakat Banda Aceh.

Ia meminta para peserta menerapkan ilmu yang diperoleh dengan memisahkan keuangan rumah tangga dan usaha, mencatat transaksi secara tertib, menjaga kualitas produk, mengoptimalkan media sosial dan transaksi digital, serta terus melakukan inovasi.

“Pemerintah Kota Banda Aceh siap membuka pintu kolaborasi selebar-lebarnya demi mewujudkan UMKM Banda Aceh yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Bangun Hubungan Kerja Harmonis, Disnaker Banda Aceh Gelar Sosialisasi LKS Bipartit di Muraya Hotel

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Teruskan Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Tetap Terjangkau

Pemerintah Aceh

Abu Doto Meninggal Dunia, Illiza Kenang Pengabdian Besar untuk Aceh

Pemko Banda Aceh

Disnaker Kota Banda Aceh Gelar Sosialisasi Wajib Lapor Lowongan Kerja dan Soft Launching Sistem Informasi Pasar Kerja

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Jadikan Taman Putroe Phang Pusat Kreativitas Lewat Festival Seni dan Budaya

Pemko Banda Aceh

Illiza Serahkan Bingkisan Lebaran untuk 636 Petugas Kebersihan Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Welcome Dinner APEKSI di Banda Aceh Penuh Keakraban, Illiza Tekankan Semangat Kolaborasi

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Bagikan Best Practice Transformasi Birokrasi kepada Peserta PKA 2026