Home / Aceh Besar / Kesehatan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Krisis Obat Puskesmas Disorot, Warga Desak APH Awasi Anggaran Pengadaan

mm Redaksi

Ketersediaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di sejumlah puskesmas di Aceh Besar menjadi sorotan masyarakat, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketersediaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di sejumlah puskesmas di Aceh Besar menjadi sorotan masyarakat, Rabu (12/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh Besar – Persoalan ketersediaan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di sejumlah puskesmas di Kabupaten Aceh Besar menjadi sorotan masyarakat. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar terkait keluhan tersebut.
‎
‎Masyarakat meminta Dinas Kesehatan memberikan penjelasan terbuka mengenai kondisi stok obat di puskesmas, termasuk langkah yang telah dilakukan untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi.
‎
‎Selain persoalan stok, publik juga mempertanyakan penggunaan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) yang dialokasikan untuk pengadaan obat-obatan pada tahun berjalan. Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui besaran anggaran, mekanisme pengadaan, hingga realisasi penggunaannya.
‎
‎“Kami berharap ada keterbukaan kepada publik terkait anggaran pengadaan obat-obatan, sehingga masyarakat dapat mengetahui sejauh mana anggaran tersebut direalisasikan,” ujar seorang warga.
‎
‎Masyarakat juga meminta aparat penegak hukum (APH) melakukan pengawasan dan penelusuran apabila dalam proses pengadaan maupun penggunaan anggaran ditemukan indikasi penyimpangan.
‎
‎Namun, dugaan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
‎
‎Sementara itu, Kepala Perwakilan YARA Aceh Besar, Muhammad Nur, berharap persoalan ini segera mendapat respons serius dari pemerintah daerah.
‎
‎Menurutnya, ketersediaan obat merupakan bagian penting dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan.
‎
‎Karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi obat berjalan baik, anggaran dikelola secara transparan, dan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
‎
‎“Yang paling utama adalah memastikan pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu. Jika ada persoalan dalam pengadaan atau distribusi obat, harus segera dijelaskan dan diperbaiki secara terbuka,” tegas Muhammad Nur.

Baca Juga :  Pasar Induk Lambaro Dilengkapi Portal Keluar-Masuk, Bupati Muharram Idris Fokus Atasi Kemacetan

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

IGTKI Aceh Besar Sampaikan Aspirasi Guru TK kepada Kadisdikbud Aceh Besar

Aceh Besar

Suhardi Menang Pilchiksung Gampong Lheu Blang Aceh Besar, Raih 239 Suara

Aceh Besar

Wabup Syukri Tegaskan Pentingnya Mengenang Jasa Perintis Kemerdekaan

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Resmikan Transformasi PT. BPR Ingin Jaya Menjadi Bank Syariah

Aceh Besar

Ketua DPRK Aceh Besar Hadiri Lepas Sambut Kajari dan Danlanud SIM di Meuligoe Bupati

Aceh Besar

Semarak Lomba Tradisional HUT ke-80 RI di Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar
buah

Kesehatan

Manggis Bukan Buah Biasa, Ini Deretan Manfaatnya buat Kamu

Aceh Besar

PT Angkasa Pura Indonesia SIM Edukasi Keselamatan Penerbangan ke Siswa SDN Bueng Cala