Home / Daerah / Pendidikan

Senin, 27 Juli 2026 - 15:12 WIB

Realisasikan Program Hibah BIMA Kemendiktisaintek, Dosen UNADA Dampingi PKK Gampong Krueng Dhou Produksi Herbal Bernilai Ekonomis

mm Redaksi

Ketua Tim PKM UNADA Banda Aceh, Lasri, S.Pd., M.Pd., secara simbolis menyerahkan satu unit oven pengering herbal kepada kelompok PKK Gampong Krueng Dhou untuk mendukung keberlanjutan produksi herbal berbasis potensi lokal, Senin (27/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua Tim PKM UNADA Banda Aceh, Lasri, S.Pd., M.Pd., secara simbolis menyerahkan satu unit oven pengering herbal kepada kelompok PKK Gampong Krueng Dhou untuk mendukung keberlanjutan produksi herbal berbasis potensi lokal, Senin (27/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pidie – Tim dosen Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Program Hibah BIMA Kemendiktisaintek Tahun 2026 dengan memberikan pelatihan pengolahan tanaman herbal berbasis etnobotani kepada ibu-ibu PKK Gampong Krueng Dhou, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Sabtu (25/7/2026).

Program ini bertujuan membantu pemulihan kesehatan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat pascabanjir melalui pemanfaatan tanaman herbal lokal seperti jahe, kunyit, dan serai menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Program PKM ini dipimpin oleh Lasri, S.Pd., M.Pd., Dosen Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh, bersama anggota tim Fitrianti, M.HSc. dan Heri Akmal, M.Si. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan mahasiswa UNADA, yakni Muhammad Hafidz, Sirajul Munira, dan Saprina, sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Program ini juga diperkuat melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi dengan Dr. Puspita Annaba Kamil dari Universitas Syiah Kuala (USK) dan Chairul Bariah, M.H. dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry. Sementara itu, aspek mutu dan keamanan produk herbal diperkuat melalui pendampingan Apt. Marjannati, S.Farm., yang memberikan bimbingan teknis mengenai formulasi, proses pengolahan, standardisasi, serta pemanfaatan produk herbal yang aman dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Apresiasi Kreativitas Guru PAUD pada Pentas Seni Himpaudi 2026
Peserta pelatihan mengikuti praktik pengolahan tanaman herbal mulai dari proses pengeringan, formulasi, pengemasan hingga pemasaran digital dalam Program Hibah BIMA Kemendiktisaintek 2026 yang dilaksanakan Tim PKM UNADA Banda Aceh di Kabupaten Pidie, Senin (27/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

Ketua pelaksana PKM, Lasri, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan etnobotani menjadi solusi untuk mengembangkan potensi tanaman lokal menjadi produk yang aman, higienis, dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mampu memanfaatkan kekayaan tanaman herbal yang ada di sekitar mereka menjadi produk unggulan yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Potensi lokal yang dimiliki masyarakat harus mampu menjadi kekuatan dalam membangun kemandirian ekonomi pascabencana,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Tekankan Sinergi dan Iklim Investasi Aman

Selama pelatihan, peserta memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengeringan, pengolahan, formulasi, pengemasan, hingga strategi pemasaran digital melalui berbagai marketplace. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghasilkan produk herbal yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasaran.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, *Ketua Pelaksana PKM, Lasri, S.Pd., M.Pd., secara simbolis menyerahkan satu unit oven pengering herbal kepada kelompok PKK Gampong Krueng Dhou*. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses pengeringan bahan baku herbal sehingga menghasilkan produk yang lebih higienis, memiliki mutu yang seragam, serta daya simpan yang lebih lama. Penyerahan oven ini juga menjadi upaya nyata untuk mendukung keberlanjutan produksi herbal setelah program pengabdian selesai dilaksanakan.

Baca Juga :  Polisi Selidiki Penemuan Mayat Pria di Dalam Rumah di Bener Meriah

Kegiatan yang diikuti oleh 10 orang peserta ini mendapat apresiasi dari *Sekretaris Gampong Krueng Dhou, Alwis, dan Ketua PKK Gampong Krueng Dhou, Kumala Phonna, S.Pd.I.* Keduanya menyampaikan terima kasih atas kepedulian tim PKM UNADA yang telah memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah tanaman herbal menjadi produk yang bernilai jual. Mereka berharap pendampingan serupa dapat terus berlanjut sehingga mampu membuka peluang usaha dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Melalui program ini, Tim Pengabdian berharap Gampong Krueng Dhou mampu mengembangkan produk herbal unggulan berbasis potensi lokal serta menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga profesional, dan masyarakat.

“Bersama membangun kesehatan, menguatkan ekonomi, dan mewujudkan masyarakat mandiri melalui pemanfaatan herbal etnobotani berbasis potensi lokal.”

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pendidikan

MAN 2 Tapanuli Tengah Jalin Persahabatan Internasional Lewat Proyek Penpal dengan Malaysia

Aceh Besar

Disdikbud Aceh Besar Gelar Rakor Pengawas Sekolah, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Daerah

Polsek Bandar Hadirkan Solusi Aman Titip Kendaraan bagi Warga yang Bepergian

Daerah

PMI Bagikan Paket Ke Sejumlah Mesjid Terdampak Bencana Di Pidie Jaya

Daerah

Wabup Aceh Utara Buka Pendidikan Kader Ulama Angkatan IX
Harimau

Daerah

Harimau Ganggu Warga Sijudo, Kapolsek Turun Redakan Panik

Daerah

Pemerintah Pidie Jaya Bersamaan BI dan USK Panen Bawang Merah Di Bekas Tanah Bencana Hidrometeorologi 

Daerah

Dirlantas Polda Aceh Cek Kesiapan Inovasi SIM Corner dan Layanan Ganti STNK 5 Tahunan di MPP