Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar kembali melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah. Program tersebut digelar secara bertahap di 10 kecamatan sepanjang Juli 2026.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, dan cabai dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan tetap aman.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat kerja sama dengan Bulog, Bank Indonesia, serta berbagai pihak terkait guna menjamin kelancaran distribusi pangan dan mencegah terjadinya lonjakan harga.
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar, Aliyadi, S.Pi., M.M., menjelaskan bahwa lokasi pelaksanaan dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat serta sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok.
Selain menyediakan pangan murah, kegiatan tersebut juga akan diisi dengan edukasi penggunaan QRIS dan perlindungan konsumen bekerja sama dengan Bank Indonesia sebagai bagian dari peningkatan literasi transaksi digital di masyarakat.
Pemkab Aceh Besar berharap Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas pasokan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Editor: Dahlan










