BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat pembangunan sektor olahraga sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Olahraga dinilai tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menegaskan pembangunan olahraga harus menjadi perhatian bersama karena memiliki peran strategis dalam menciptakan generasi yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, olahraga bukan sekadar aktivitas fisik atau ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari sarana pembentukan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja keras, sportivitas, dan semangat kebersamaan.
“Pemerintah Kota Banda Aceh terus membangun ekosistem olahraga yang lebih baik agar dapat melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan memiliki daya saing. Olahraga bukan hanya soal kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter dan pembangunan sumber daya manusia,” ujar Afdhal Khalilullah, seperti dikutip Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan olahraga saat ini perlu dilakukan secara menyeluruh melalui penguatan sistem pembinaan atlet, pengembangan olahraga masyarakat, hingga peningkatan sarana dan prasarana yang memadai.
Menurut Afdhal, pembinaan atlet bukanlah proses yang instan, melainkan investasi jangka panjang yang membutuhkan kesinambungan serta dukungan berbagai pihak.
Karena itu, ia menilai pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam memajukan dunia olahraga. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, pelatih, komunitas, hingga masyarakat agar pembinaan dapat berjalan lebih maksimal.
“Pembangunan olahraga membutuhkan dukungan dari berbagai unsur. Dengan kolaborasi yang kuat, proses pembinaan dapat berjalan secara lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Selain fokus pada olahraga prestasi, Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga sehari-hari sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup sehat.
Menurutnya, semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam berolahraga, maka semakin besar pula peluang munculnya bibit-bibit atlet potensial yang dapat dikembangkan ke tingkat yang lebih tinggi.
“Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam berolahraga, semakin besar pula peluang munculnya bibit-bibit atlet potensial yang dapat dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Afdhal juga menekankan pentingnya pembinaan sejak usia dini agar generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan mental bertanding, tetapi juga karakter yang kuat.
Pemerintah Kota Banda Aceh berharap dapat menciptakan sistem pembinaan yang lebih terarah sehingga melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat regional maupun nasional. (Adv)










