Home / Ekbis / Pemerintah Aceh

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:45 WIB

Marlina Muzakir Minta Perajin Ecoprint Sabang Tingkatkan Kualitas dan Inovasi Produk

mm Redaksi

Ketua Dekranasda Aceh Ny. Marlina Muzakir, memberikan arahan saat meninjau hasil karya perajin ecoprint, yang digelar di halaman Kantor Keuchiek Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya, Sabang, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Ketua Dekranasda Aceh Ny. Marlina Muzakir, memberikan arahan saat meninjau hasil karya perajin ecoprint, yang digelar di halaman Kantor Keuchiek Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya, Sabang, Senin (11/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sabang – Ketua Dekranasda Aceh, Marlina Muzakir, mendorong hasil kerajinan ecoprint di Kota Sabang mampu berkembang menjadi salah satu alternatif oleh-oleh khas daerah yang memiliki daya saing di pasar lokal maupun nasional.

Hal itu disampaikan Marlina saat meninjau hasil karya para perajin ecoprint di halaman Kantor Geuchiek Gampong Ie Meule, Kecamatan Sukajaya, Senin (11/5/2026).

“Kreasi, inovasi, ciri khas, dan kualitas menjadi nilai tawar sebuah produk agar mampu merebut pasar. Karena itu, para perajin harus terus meningkatkan kualitas hasil karya,” kata Marlina yang akrab disapa Kak Na.

Ia menilai, para perajin juga perlu memperluas jaringan dengan komunitas atau pelaku usaha serupa di daerah lain agar dapat memperoleh informasi mengenai tren produk yang sedang diminati pasar.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh Terharu Terima Karya Batik dan Lukisan Anak Disabilitas di Hari Disabilitas Internasional 2025

Selain itu, Kak Na meminta Pemerintah Kota Sabang turut mengambil peran aktif dalam melakukan pembinaan terhadap para perajin lokal melalui kerja sama dengan Dekranasda Kota Sabang.

“Pemko harus hadir mendukung pengrajin melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas. Kehadiran perajin ecoprint ini merupakan hal positif yang harus terus didukung agar pengrajin lokal semakin berdaya dan berkembang,” ujarnya.

Ecoprint sendiri merupakan teknik pewarnaan dan pembuatan motif pada kain, kulit, atau media lainnya dengan memanfaatkan bahan alami seperti daun, bunga, batang, maupun akar tumbuhan melalui metode kontak langsung.

Baca Juga :  Mualem Ajukan Inpres Pembangunan Rumah untuk Mantan Kombatan GAM

Teknik tersebut dikenal ramah lingkungan karena proses pewarnaannya berlangsung alami tanpa menggunakan bahan kimia, sehingga menghasilkan motif yang unik dan berbeda pada setiap produk.

Kak Na menambahkan, Dekranasda Aceh siap mendukung pemasaran hasil karya para perajin ecoprint Sabang sebagai bagian dari upaya pengembangan UMKM berbasis budaya lokal.

“Dekranasda Aceh siap menampung dan mempromosikan hasil karya para perajin Aceh, termasuk ecoprint Sabang. Ini bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan perajin dan memperkuat produk lokal,” katanya.

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh dan Ketua YJI Bahas Kerja Sama untuk Tingkatkan Kesehatan Jantung Remaja dan Perempuan

Meski demikian, ia tetap mengingatkan agar kualitas produksi terus ditingkatkan sehingga produk ecoprint Sabang mampu menembus pasar yang lebih luas hingga mancanegara.

Menurutnya, status Sabang sebagai destinasi wisata unggulan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk kreatif dan oleh-oleh khas daerah.

“Ke depan kita akan bekerja sama dengan dinas dan lembaga terkait untuk menggelar pelatihan peningkatan kapasitas, tidak hanya bagi perajin ecoprint tetapi juga kerajinan lainnya,” tutup Kak Na.

Dalam kegiatan tersebut, Marlina turut didampingi Ketua Dekranasda Kota Sabang Nuri Zulkifli dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Sabang Erwani Meuthia.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Bunda Guru Aceh Apresiasi Semangat Juang Guru Pascabencana di Aceh Tamiang

Parlementarial

Pertanggungjawaban APBA 2025 Disetujui DPRA, Dek Fadh Tekankan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhullah Hadiri Maulid Nabi Bersama Warga Nagan Raya di Jabodetabek

Ekbis

Cabai Rawit Turun ke Rp51 Ribu, Ikan Kembung Tembus Rp42 Ribu per Kg

Aceh Besar

Aceh Besar Upayakan Swasembada Pangan dengan Optimalisasi Lahan Pertanian Baru

Pemerintah Aceh

Mulai 1 Mei 2026, JKA Tak Lagi untuk Semua: Pemerintah Aceh Prioritaskan Masyarakat Desil 1–7

Aceh Barat

Investasi Aceh Barat 2025 Tembus Rp764,79 Miliar, Layanan Perizinan 100% Online

Pemerintah Aceh

40 Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh Lulus Ujian CAT, Tahap Wawancara Digelar 19-21 September