Home / Aceh Besar

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:38 WIB

Kritik Publik di Aceh Besar Menguat, Kebijakan Bupati Dinilai Belum Matang

mm Tiara Ayu Juneva

Pengamat Sosial dan Politik, M Nur. Foto: Dok. Istimewa

Pengamat Sosial dan Politik, M Nur. Foto: Dok. Istimewa

Aceh Besar – Kritik terhadap pejabat publik merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi yang sehat. Namun, dalam praktiknya di Kabupaten Aceh Besar, respons terhadap kritik dinilai masih belum menunjukkan kedewasaan politik yang memadai.

Sejumlah pengamat menilai bahwa berbagai kebijakan yang selama ini disebut sebagai “terobosan baru” oleh pihak Bupati dan tim sukses justru kerap menimbulkan kebingungan hingga berujung pada kekacauan di tengah masyarakat. Alih-alih memberikan solusi, kebijakan tersebut dinilai belum sepenuhnya matang dan minim komunikasi publik.

Baca Juga :  Kafilah Aceh Besar Sajikan Kuah Beulangong di MTQ Pidie Jaya

“Ini yang perlu diluruskan. Jangan semua kebijakan disebut terobosan positif, sementara di lapangan justru menimbulkan polemik dan ketidakpastian,” ujar seorang pengamat sosial dan politik.

Dalam konteks ini, muncul pula pertanyaan publik terkait arah kepemimpinan yang dijalankan. Apakah kepemimpinan yang ditampilkan benar-benar mencerminkan sosok pemimpin (leader) yang mampu mengarahkan, mengambil keputusan strategis, dan bertanggung jawab penuh terhadap kebijakan? Ataukah justru hanya berperan sebagai dialer, yang sekadar menjalankan komunikasi dan narasi tanpa kekuatan eksekusi yang jelas?
Pertanyaan tersebut menjadi relevan, mengingat narasi tentang pemerintahan yang independen, profesional, dan terbuka terhadap kritik selama ini sering digaungkan oleh pihak Bupati dan tim sukses. Namun, masyarakat menilai implementasinya belum sepenuhnya terlihat di lapangan.

Baca Juga :  80 Nazhir di Aceh Besar Terima Sertifikat Tanah Wakaf Periode Kedua

Padahal, sikap terbuka dan komunikatif merupakan kunci utama dalam membangun kembali kepercayaan publik. Pemerintah daerah seharusnya tidak alergi terhadap kritik, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan.

Baca Juga :  Pangdam IM Lakukan Silaturahmi ke Wali Nanggroe Aceh, Tegaskan Sinergi untuk Keamanan dan Pembangunan

“Kalau memang ingin dipercaya, buktikan dengan tindakan, bukan sekadar narasi,” tambahnya.

Masyarakat Aceh Besar kini berharap pemerintah daerah dapat kembali pada prinsip tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif, sehingga setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wabup Syukri Pimpin Rakor R3P Aceh Besar, Fokus Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Aceh Besar

Gotong Royong & Peringatan Maulid, Wujud Kekompakan Warga Gampong Leu Ue

Aceh Besar

Empat Terpidana Jalani Hukuman Cambuk di Kota Jantho

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Gelar Safari Ramadhan Perdana 1447 H di Ajuen, Warga Sambut Antusias

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Tampung Usulan Pembangunan Gampong untuk Perencanaan 2027

Aceh Besar

Usai Terima Laporan Masyarakat, Wabup Aceh Besar Tinjau Titik Banjir Luapan di Leungah

Aceh Besar

Aceh Besar Disambut Meriah Usai Raih Juara Umum MTQ ke-37

Aceh Besar

Syech Muharram: Penataan Pasar Induk Lambaro Dilakukan Bertahap dan Persuasif