Banda Aceh — Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mulai mematangkan berbagai persiapan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Salah satu langkah awal dilakukan melalui pertemuan koordinasi bertajuk “Pembahasan Tema, Keseragaman, Lokasi dan Hiasan Semarak Ramadhan” yang digelar di Ruang Rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Banda Aceh, Kamis (5/2/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah mitra kerja dan perangkat terkait, dengan fokus pada perumusan konsep Semarak Ramadhan Kota Banda Aceh yang seragam, bernilai estetika, serta sarat makna spiritual dalam menyambut bulan penuh berkah.
Sekretaris Daerah Banda Aceh, Jalaluddin, menyampaikan bahwa keseragaman tema dan hiasan bukan sekadar untuk memperindah wajah kota, melainkan juga sebagai simbol kekhidmatan serta cerminan identitas Banda Aceh sebagai Serambi Mekkah.
“Keseragaman hiasan Ramadhan ini diharapkan mampu menghadirkan suasana religius yang kuat dan mempertegas jati diri Kota Banda Aceh dalam menyambut bulan suci,” ujar Jalaluddin.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas rencana penempatan ornamen dan dekorasi Ramadhan di sejumlah kawasan publik strategis. Beberapa titik yang telah disepakati antara lain Simpang Lima, kawasan Ulee Lheue, Simpang Lueng Bata, Simpang Jam Taman Sari, serta area Fly Over.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Banda Aceh, Faisal, menambahkan bahwa dekorasi Semarak Ramadhan tidak hanya bertujuan membangun atmosfer religius, tetapi juga diharapkan dapat mendorong pergerakan perekonomian lokal.
“Selain menciptakan suasana yang nyaman dan religius, hiasan Ramadhan ini diharapkan dapat menarik aktivitas masyarakat serta mendukung potensi wisata religius di Kota Banda Aceh,” jelasnya.
Melalui harmonisasi visual di berbagai titik kota tersebut, Pemko Banda Aceh berharap dapat menghadirkan pengalaman beribadah yang lebih khusyuk dan bermakna bagi masyarakat, sejalan dengan visi dan harapan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah dalam menyambut Ramadhan 1447 Hijriah.
Editor: Dahlan












