Home / Aceh Besar / Peristiwa

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:17 WIB

Antisipasi Dampak Kemarau, PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Gandeng Camat dan Keuchik Sosialisasikan Penghematan Air

mm Tiara Ayu Juneva

Pejabat PDAM Tirta Mountala Aceh Besar bersama Camat Darul Imarah dan Camat Peukan Bada berdiskusi terkait penanganan penurunan debit air kolam Mata Ie di salah satu warung kopi di Aceh Besar, Selasa (3/2/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Pejabat PDAM Tirta Mountala Aceh Besar bersama Camat Darul Imarah dan Camat Peukan Bada berdiskusi terkait penanganan penurunan debit air kolam Mata Ie di salah satu warung kopi di Aceh Besar, Selasa (3/2/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho – Fenomena kekeringan yang melanda Kabupaten Aceh Besar dalam beberapa waktu terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait menurunnya debit air di kolam Mata Ie yang menjadi salah satu sumber utama air bersih bagi warga.

Menyikapi kondisi tersebut, jajaran PDAM Tirta Mountala Aceh Besar mengambil langkah cepat dengan menggelar pertemuan bersama pemerintah kecamatan guna membahas strategi penanganan dampak kekeringan.

Pertemuan yang berlangsung santai namun produktif itu digelar di salah satu warung kopi di Aceh Besar, Selasa (3/2/2026) pagi.

Hadir dalam diskusi tersebut Camat Darul Imarah Muhammad Basir SSTP MSi, Camat Peukan Bada Salamuddin SE, Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala Ir Salman ST MSi, serta Direktur Umum David Zainal SE.

Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala, Salman, menjelaskan bahwa penurunan debit air terjadi akibat masuknya musim kemarau yang berdampak langsung terhadap volume air di kolam Mata Ie.

Ia menegaskan, kondisi tersebut perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat agar pelanggan PDAM tetap tenang dan tidak panik, sekaligus mulai melakukan penghematan penggunaan air.

Baca Juga :  Kemeriahan HUT ke-80 RI Terasa di RSAN Dinas Sosial Aceh, Anak-anak Ikuti Lomba Meriah

“Persoalan ini harus kita sampaikan kepada masyarakat, khususnya pelanggan PDAM Tirta Mountala, agar warga tidak panik dan dapat menghemat penggunaan air untuk sementara waktu,” ujar Salman.

Sebagai langkah teknis, PDAM Tirta Mountala telah melakukan penyesuaian suplai air dari sebelumnya 60 liter per detik menjadi 40 liter per detik. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan distribusi air tetap merata dan kebutuhan dasar pelanggan masih dapat terpenuhi.

“Kami terus berupaya agar air tetap mengalir ke pelanggan meski terjadi penurunan debit di sumber air,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Peukan Bada, Salamuddin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyampaikan informasi tersebut kepada para keuchik di wilayahnya. Ia menilai, peran aparatur gampong sangat penting dalam menyosialisasikan langkah penghematan air kepada masyarakat.

Menurutnya, pertemuan lanjutan yang melibatkan para keuchik bersama PDAM perlu segera dilakukan agar informasi dapat diterima masyarakat secara langsung dan menyeluruh.

Baca Juga :  Apel Harhubnas 2025 di Aceh Besar, Sekda Tekankan Transportasi sebagai Jalan Kehidupan

“Kalau memungkinkan, para keuchik akan kita kumpulkan untuk silaturahmi bersama PDAM, sehingga masyarakat mendapat pemahaman langsung tentang pentingnya penghematan air dan menampung air sebagai langkah antisipasi,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Camat Darul Imarah Muhammad Basir SSTP MSi dan berharap semua masyarakat dan khusunya para pelanggan PDAM untuk dapat menggunakan air dengan optimal. “Saat sekarang air untuk dihemat, dan penggunaannya yang diperlukan,” ujarnya.

Direktur Umum PDAM Tirta Mountala, David Zainal, menyambut baik usulan tersebut. Ia menilai, sinergi antara PDAM, pemerintah kecamatan, dan aparatur gampong menjadi kunci menjaga stabilitas distribusi air bersih.

Selain itu, David juga mengimbau masyarakat agar tetap disiplin membayar iuran air setiap bulan demi mendukung kelancaran operasional layanan distribusi air bersih di Aceh Besar.

“Dengan dukungan aparatur gampong, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga layanan air bersih, termasuk kewajiban pembayaran retribusi secara rutin,” katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Setdakab Aceh Besar, Darwan Asrizal, SE, MT., LO Bupati Aceh Besar, Arziqi Mahlil, serta Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri VE ST.

Baca Juga :  MAD Tutup Buku 2025, Bumdesma Darul Imarah Sejahtera Catat Aset Rp5,3 Miliar

PDAM Tirta Mountala berharap koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat dapat membantu meminimalisasi dampak kekeringan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan air bersih secara bijak.

Dalam kesempatan itu, Kabag Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Setdakab Aceh Besar, Darwan Asrizal, juga menuturkan bahwa selain menjaga lingkungan dan alam, warga juga perlu selalu meningkatkan hubungan baik dengan Allah.

“Yang tidak boleh kita lupakan, kekeringan ini bagian dari ujian Allah. Karena itu, kita juga harus meningkatkan ketaatan kita kepada Allah agar kita tidak selalu dilanda kekeringan,” ujarnya.

“Karena pengalaman yang lalu kita juga melihat bahwa shalat meminta hujan seperti warga Lhoknga dan Peukan Bada dulu ternyata sangat efektif dan langsung diijabah oleh Allah,” katanya mengingatkan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Pemuda Asal Sumatera Utara Resmi Masuk Islam di Banda Aceh, Baitul Mal Berikan Pendampingan

Peristiwa

Tagore Abubakar Klarifikasi Soal Pembayaran Lahan TK Pante Raya: Sudah Milik Saya Sejak 2009

Aceh Besar

Satpol PP-WH Aceh Besar Jaring 31 Pelanggar Busana Islami

Aceh Besar

Plt Sekda Aceh Besar Open House  

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar dan Ombudsman Bahas Dugaan Maladministrasi Pelayanan Gampong

Aceh Besar

BPBD Aceh Besar Imbau Warga Waspada Kebakaran Saat Cuaca Panas

Aceh Besar

Pangdam IM Tutup Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2025

Peristiwa

Sulaiman Manaf: PT Mifa Adalah Neo-VOC, Jika Tak Hormati Pribumi, Angkat Kaki dari Tanah Aceh!