Home / Daerah / Hukrim

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:37 WIB

Jembatan Pante Pirak Jadi Fokus Patroli, Satpol PP WH Tindak PKL dan Aktivitas Malam

mm Redaksi

Petugas Satpol PP WH Banda Aceh menertibkan tiga wanita yang berada di Jembatan Pante Pirak pada Senin (26/1/2026) dini hari. Foto: Dok. Satpol PP WH Kota Banda Aceh

Petugas Satpol PP WH Banda Aceh menertibkan tiga wanita yang berada di Jembatan Pante Pirak pada Senin (26/1/2026) dini hari. Foto: Dok. Satpol PP WH Kota Banda Aceh

Banda Aceh — Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh menertibkan tiga wanita yang kedapatan berada di kawasan Jembatan Pante Pirak pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Ketiga wanita tersebut ditemukan sedang duduk di atas jembatan dan kemudian diberikan pembinaan oleh petugas. Setelah mendapat arahan, mereka dipersilakan kembali ke rumah masing-masing.

Komandan Regu Kalong 2 Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Riza, menjelaskan bahwa meskipun ketiga wanita tidak bersama lawan jenis, aktivitas berada di luar rumah hingga dini hari tanpa tujuan jelas dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Aceh.

Baca Juga :  Dugaan Gratifikasi di PU, KPK Minta Laporan Lebih Transparan

“Tindakan tersebut tidak sesuai dengan amanat Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam. Selain karena pakaian yang tidak sesuai, berada di luar rumah hingga larut malam tanpa ditemani mahram juga bertentangan dengan kearifan lokal masyarakat Aceh,” ujar Riza.

Dalam patroli yang sama, petugas juga menegur sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas Jembatan Pante Pirak. Para PKL yang menjajakan kacang rebus, jagung rebus, serta kopi instan diminta untuk berpindah lokasi.

Baca Juga :  Buku Pemasaran Lanjutan Hadirkan Strategi Inovatif

Menurut Riza, aktivitas berjualan di atas jembatan tersebut melanggar Qanun Kota Banda Aceh Nomor 6 Tahun 2018tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Selain itu, keberadaan PKL di lokasi kerap meninggalkan sampah makanan yang mengganggu kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa Jembatan Pante Pirak menjadi salah satu titik fokus pengawasan rutin pihaknya.

Baca Juga :  Duta Wisata Sabang 2025 Bagikan Inspirasi dan Destinasi Menarik di RRI Banda Aceh

“Banyak laporan dari masyarakat terkait aktivitas warga di jembatan tersebut. Bukan hanya keberadaan PKL, tetapi juga potensi pelanggaran syariat Islam serta gangguan terhadap ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,” kata Rizal.

Untuk itu, Rizal menginstruksikan Regu Kalong melakukan patroli dan pengawasan di kawasan Jembatan Pante Pirak minimal dua kali dalam satu malam, khususnya setelah pukul 24.00 WIB.

“Regu Kalong diwajibkan menyambangi Jembatan Pante Pirak minimal dua kali setiap malam untuk memastikan tidak ada aktivitas warga yang melanggar aturan,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Laksanakan Pengamanan Distribusi Gas Elpiji 3 Kg

Daerah

PDI Perjuangan Pidie Jaya Sediakan Ratusan Nasi Bungkus untuk Berbuka Puasa Bagi Warga  Hunian Sementara 

Daerah

Pria Misterius Diamankan Saat Patroli Satpol PP WH di Underpass Beurawe Banda Aceh

Daerah

Kelangkaan Solar dan Pertalite Kembali Melanda Simeulue, Aktivitas Warga Mulai Terganggu

Hukrim

Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Padang Serasan: Dana Desa Rp 211 Juta Lebih, Dugaan Penyalahgunaan Hingga Kini Belum Terjawab

Daerah

BSI Aceh Audiensi dengan Pangdam IM Bahas Sinergi
Sekda A. Haris

Daerah

Sekda A. Haris: PKK Garda Terdepan Keluarga Berdaya

Daerah

Delegasi PWI dan IKWI Aceh Tiba di Banten, Siap Ikuti Agenda HPN 2026