Banda Aceh – Empat warga berkebutuhan khusus di Kota Banda Aceh segera memiliki KTP elektronik (KTP-el) setelah petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mendatangi langsung melalui layanan Jemput Bola (Jebol), Senin (17/11/2025).
Tim Jebol yang dipimpin Kadisdukcapil Banda Aceh, Heru Triwijanarko, mengunjungi empat rumah warga di lokasi berbeda. Dengan membawa perangkat perekaman lengkap, petugas memastikan setiap warga dapat memiliki dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
Kunjungan pertama dilakukan ke rumah seorang nenek berusia 90 tahun di Jl Singgah Mata, Sukaramai. Selanjutnya tim bergerak ke Gampong Lamlagang untuk merekam KTP pemula seorang anak penyandang autisme. Perjalanan berlanjut ke Batoh untuk melayani seorang nenek lansia, sebelum ditutup di Lorong Cermai, Gampong Lambaro Skep, bagi seorang nenek berusia 73 tahun.
Kadisdukcapil Banda Aceh, Heru Triwijanarko, menegaskan layanan jemput bola ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk memastikan seluruh warga, terutama yang memiliki keterbatasan mobilitas, tetap memperoleh hak administrasi kependudukan.
“Setiap permohonan perekaman yang masuk, baik melalui keuchik maupun langsung ke kantor, akan segera kami tindak lanjuti. Begitu permintaan diterima, petugas langsung turun dan pelayanannya gratis. Harapannya, layanan ini memberi kemudahan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Pemko Banda Aceh, Selasa, 18 November 2025.
Heru menambahkan, KTP-el penting untuk mengakses berbagai layanan publik, mulai dari bantuan sosial hingga layanan kesehatan. Disdukcapil akan terus menggencarkan layanan Jebol sebagai wujud komitmen pemenuhan identitas bagi seluruh warga Kota Banda Aceh, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi













