Home / Pendidikan

Sabtu, 15 November 2025 - 07:00 WIB

Guru MAN 3 Palembang Boyong Emas di Ajang NRTC 2025

mm Redaksi

Andarusni Alfansyur, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang, meraih Medali Emas pada The 5th National Research Teacher Competition (NRTC). Dok. Kemenag RI

Andarusni Alfansyur, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang, meraih Medali Emas pada The 5th National Research Teacher Competition (NRTC). Dok. Kemenag RI

Bali – Prestasi membanggakan kembali hadir dari dunia pendidikan madrasah. Andarusni Alfansyur, guru PPKn Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Palembang, berhasil meraih Medali Emas pada ajang The 5th National Research Teacher Competition (NRTC) 2025.

Kompetisi nasional yang digelar Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) itu berlangsung di Hongkong Garden International Restaurant, Denpasar, Bali, 12–15 November 2025. Kegiatan tersebut mempertemukan para pendidik inovatif dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Kemenag Tugaskan 98 Guru PAI untuk Mengajar di Sekolah Rakyat

Dalam kompetisi ini, Andarusni—akrab dipanggil Aan—menyampaikan hasil penelitiannya berjudul Pengembangan Modul Pembelajaran PPKn Berbasis Kearifan Lokal Palembang Darussalam. Penelitian tersebut menggabungkan nilai budaya dan sejarah Palembang Darussalam ke dalam pembelajaran PPKn, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa.

Prestasi ini disambut hangat oleh keluarga besar madrasah, Kanwil Kemenag Sumsel, hingga jajaran Kementerian Agama. Seusai menerima penghargaan, Aan mengungkap rasa syukurnya.

“Prestasi ini bukan hanya milik saya, tetapi milik seluruh keluarga besar madrasah dan Kementerian Agama. Apalagi kompetisi diikuti ratusan peserta se-Indonesia,” ujar Aan di Denpasar, Jumat (14/11/2025).

Baca Juga :  12 Sekolah di Aceh Utara Raih Penghargaan Adiwiyata 2025

Ia menambahkan pentingnya mengangkat kearifan lokal dalam dunia pendidikan. “Kearifan lokal adalah kekuatan besar dalam pendidikan. Saya ingin peserta didik mengenal jati diri kotanya sambil membangun karakter bangsa. Semoga karya ini dapat menginspirasi guru lain untuk terus berkarya dan berinovasi,” sambungnya.

Aan, yang juga Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, turut berterima kasih kepada pimpinan, sesama guru, serta para siswa yang disebutnya sebagai sumber motivasi dalam berkarya.

Baca Juga :  Menag Resmikan Sekolah Unggul Garuda di Perbatasan Kaltara

Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, mengapresiasi capaian tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi dorongan positif bagi seluruh civitas madrasah.

“Prestasi ini kembali membuktikan bahwa madrasah mampu bersaing dan menorehkan hasil membanggakan di setiap kompetisi yang diikuti. Tidak hanya guru, para siswa madrasah juga acapkali meraih prestasi-prestasi membanggakan,” ujar Syafitri.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Menag Dorong Kampus Islam Kembangkan Fikih Lingkungan

Pemerintah Aceh

Ombudsman Aceh Tindaklanjuti Dugaan Pungutan Sertifikasi Guru, Gunakan Mekanisme RCO

Daerah

Atasi Pertambangan Ilegal di Aceh, IMM Gelar FGD, Ini Solusi Ditawarkan Narasumber

Pemerintah Aceh

Peringatan Hardiknas 2026 di Aceh, Sekolah Diminta Perkuat Karakter dan Aksi Lingkungan

Daerah

Keuchik Beurawe Bantu Meringankan Beban Keluarga Kurang Mampu Lewat Bantuan Perlengkapan Sekolah

Pemerintah Aceh

Kak Na Temui Siswa Sekolah Darurat di Aceh Tengah, Pemerintah Targetkan Sekolah Kembali Normal

Pendidikan

143 Guru Agama Buddha Ikuti PPG Daljab Angkatan III, Fokus pada Kurikulum Berbasis Cinta

Pemko Banda Aceh

Illiza Sa’aduddin Djamal: Pendidikan Anak Dimulai dari Kebiasaan Menjaga Kebersihan