Home / Daerah / Sosial

Senin, 16 Februari 2026 - 21:04 WIB

81 Hari Pascabanjir Aceh, Presiden Mahasiswa UNADA-STAI Soroti Perlunya Percepatan Pemulihan

mm Redaksi

Kebersamaan mahasiswa peserta KPM Recovery bersama masyarakat di salah satu gampong di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, usai kegiatan pendampingan pemulihan pascabanjir, Sabtu (14/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kebersamaan mahasiswa peserta KPM Recovery bersama masyarakat di salah satu gampong di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, usai kegiatan pendampingan pemulihan pascabanjir, Sabtu (14/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh, Senin 16 Februari 2026 — Ali Hasyimi, Presiden Mahasiswa Universitas Al Washliyah Darussalam (UNADA) Banda Aceh dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Washliyah Banda Aceh, menyampaikan harapan agar pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi di Aceh dapat berlangsung lebih cepat dan terarah.

Ia menuturkan, sekitar 81 hari sejak bencana terjadi, sebagian masyarakat di beberapa wilayah masih berupaya menata kembali kehidupan sehari-hari. Menurutnya, masyarakat terutama membutuhkan kepastian langkah penanganan agar rasa aman kembali tumbuh, khususnya saat musim hujan.

Baca Juga :  Perkuat Ekonomi Gampong, DPMG Banda Aceh Latih Pengelola BUMG dengan Manajemen Profesional

Ali Hasyimi juga membagikan pengalamannya mengikuti program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Recovery pada 28 Januari hingga 14 Februari 2026 di Kabupaten Pidie Jaya. Sebanyak 115 mahasiswa UNADA dan STAI Banda Aceh mendampingi warga di Kecamatan Meurah Dua, meliputi Gampong Meunasah Mancang, Gampong Dayah Husen, dan Gampong Blang. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa membantu aktivitas warga serta memberikan pendampingan sosial sebagai bentuk kepedulian.

Baca Juga :  Panen Raya Jagung Serentak, Kapolda Aceh Optimistis Target 5.000 Ton Tercapai

Di beberapa lokasi, genangan air masih terjadi saat hujan deras karena keterbatasan saluran drainase, sehingga aktivitas warga keluar masuk desa sering terganggu. Bahkan pada 14 Februari 2026, banjir kembali terjadi dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Baca Juga :  Duta Besar Kanada Temui Wali Nanggroe

Menjelang bulan suci Ramadhan, ia berharap seluruh pihak dapat saling menguatkan. Pemerintah, masyarakat, dan berbagai elemen daerah diharapkan terus mempererat koordinasi, meningkatkan komunikasi kepada publik, serta mempercepat perbaikan lingkungan agar masyarakat kembali merasa tenang.

“Bencana adalah ujian bersama. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, pemulihan Aceh kita harapkan segera terwujud,” ujarnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Kondisi Kesehatan Gubernur Mualem di Singapura, Kapan Kembali ke Aceh?

Daerah

Safaruddin Jabatan Sekjen Aspeksindo, Berpeluang Gaet Investasi

Daerah

Dewan Sorot wacana Penerapan Jam Malam bagi Pelajar di Banda Aceh

Daerah

Aceh Selatan Percepat Pengakuan Hutan Adat, Bupati Dukung Penuh

Daerah

SPS Aceh Doakan Almarhumah Ibunda Sekjen SPS Pusat, Suasana Haru Warnai Doa Bersama

Daerah

MAA Aceh Luncurkan Program Sosialisasi Adat: Jaga Agama dari Pelanggaran Era Medsos

Daerah

Bireuen diusulkan keluar dari Aceh, Aceh Singkil Kapan?

Daerah

Perkuat Program Gizi, Kepala Regional Aceh Gelar Rakor SPPG di Aceh Jaya