Home / Politik

Jumat, 4 Juli 2025 - 12:00 WIB

5 Pasangan Calon Pilkada Ulang Bangka 2025 Dinyatakan Sehat dan Layak Ikut

mm Redaksi

Ketua KPU Bangka, Sinarto (kopiah) menyatakan lima pasangan calon peserta Pilkada ulang 2025 kondisi sehat, di Sungailiat, Jumat (4/7/2025). dok. ANTARA/Kasmono.

Ketua KPU Bangka, Sinarto (kopiah) menyatakan lima pasangan calon peserta Pilkada ulang 2025 kondisi sehat, di Sungailiat, Jumat (4/7/2025). dok. ANTARA/Kasmono.

Sungailiat — Lima pasangan calon peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang Kabupaten Bangka 2025 dinyatakan sehat dan layak ikut setelah menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka, Sinarto, pada Jumat (4/7), usai menerima hasil pemeriksaan resmi.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan di Jakarta itu memastikan semua pasangan calon lolos tes kesehatan jasmani, rohani, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Proses pemeriksaan berlangsung dalam suasana penuh pengawasan dari KPU RI untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan.

Baca Juga :  DPRA Minta Aparat Ungkap Motif Dibalik Kabur Napi di Lapas Kutacane

“Dari hasil pleno, aspek kesehatan semua pasangan calon peserta pilkada dinyatakan layak menjadi peserta pilkada,” ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan tidak hanya diikuti lima pasangan calon dari Bangka, tetapi juga bersamaan dengan empat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang. Seluruh proses dilakukan serentak dan tertib di bawah pengawasan tim medis RSPAD dan KPU pusat.

“Pemeriksaan kesehatan semua calon peserta pilkada dipantau langsung oleh pihak KPU RI sehingga dalam proses pemeriksaan kesehatan benar-benar sesuai aturan,” tegas Sinarto lagi.

Namun, pekerjaan KPU Bangka belum berhenti. Saat ini, mereka sedang bergerak cepat memeriksa keaslian ijazah para calon. Anggota KPU Kabupaten Bangka Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Redi Citra, mengungkapkan bahwa tim KPU sudah turun ke lapangan hingga lintas provinsi untuk melakukan verifikasi faktual ijazah para calon.

Baca Juga :  Hinca Pandjaitan Kritik Rapidin Simbolon Soal Polemik Empat Pulau: “Logikanya Salah”

“Untuk verifikasi ijazah, kami membagi tim ke beberapa daerah, salah satu tim akan berangkat ke Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu untuk melakukan memverifikasi faktual ijazah salah satu calon karena alumni dari salah satu lembaga pendidikan asal Provinsi Bengkulu,” jelas Redi Citra.

Kelima pasangan calon yang siap bertarung di Pilkada ulang 2025 beserta partai pengusungnya adalah sebagai berikut:

  • Fery Insani – Syahbudin, diusung PDI Perjuangan dan Gerindra
  • Rato Rusdiyanto – Ramadian, diusung Golkar dan NasDem
  • Aksan Visyawan – Rustam Jaseli, diusung PKS dan PPP
  • Naziarto – Usnen, diusung Demokrat dan PAN
  • Andi Kusuma – Budiyono, diusung koalisi 10 partai termasuk PKB, Perindo, PBB, Hanura, dan partai non-parlemen lainnya
Baca Juga :  Draf Revisi UUPA Tinggal Menunggu Proses Paripurna DPRA, Ada 10 Pasal Diperbaharui

Dengan hasil ini, tidak ada satu pun pasangan calon yang tersandung masalah kesehatan. Kini, KPU Bangka hanya tinggal memastikan semua syarat administrasi terpenuhi sebelum penetapan peserta Pilkada ulang resmi diumumkan. [antara]

Editor: RedaksiReporter: RedaksiSumber: https://www.antaranews.com/berita/4942965/lima-paslon-peserta-pilkada-ulang-di-bangka-dinyatakan-sehat

Share :

Baca Juga

Politik

Kemhan dan KPU RI Bahas Sosialisasi Pemilih Pemula untuk Tingkatkan Partisipasi Demokrasi

Politik

Prabowo Cabut 4 Izin Tambang, DPR: Perusahaan Wajib Ikuti Regulasi

Daerah

PKB Aceh Gelar Coffee Morning dan Halal Bihalal Bersama Insan Pers di Banda Aceh

Politik

Kemenag dan LAN RI Sinergi Perkuat Mutu Pelatihan ASN

Politik

4 Pulau Kembali ke Pangkuan Aceh, Laskar Panglima Nanggroe: Ini Langkah Awal, Saatnya Bintang Bulan Berkibar di Tanoh Rencong

Daerah

Ketua KPA Gayo Alas Dukung Dr. Husnan Harun Pimpin Bappeda Aceh

Peristiwa

Bikin Gaduh, KNPI Aceh Desak Presiden Pecat Tito dan Safrizal

Parlementarial

TKD Aceh 2026 Aman dari Efisiensi, DPRA Minta Penggunaan Tepat Sasaran