Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, melanjutkan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemerintah Kota Banda Aceh di Masjid Al-Hidayah, Gampong Lamdom, Kecamatan Lueng Bata, Selasa (24/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh beserta jajaran SKPK. Afdhal hadir didampingi sang istri, Dessy Maulidha, yang juga Ketua TP PKK Kota Banda Aceh.
Sebelum pelaksanaan salat tarawih, Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan bantuan kemakmuran masjid serta bantuan lainnya berupa hambal, mushaf Al-Qur’an, dan kurma. Bantuan tersebut turut disponsori oleh Bank Aceh Syariahsebagai wujud kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan daerah.
Turut hadir Ketua BKM Masjid Al-Hidayah H. Basri, Imuem Syiek sekaligus Imam Tgk Ruslan M. Yunus, serta tokoh masyarakat dan jamaah setempat. Tausiah agama disampaikan oleh Khairul Rafiqi.
Dalam arahannya, Afdhal menegaskan Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum mempererat silaturahmi sekaligus memastikan pembangunan kota benar-benar dirasakan masyarakat.
“Ramadan adalah bulan evaluasi. Bagi kami di pemerintahan, ini juga bulan muhasabah untuk memastikan setiap program menyentuh kebutuhan riil warga,” ujarnya.
Manifestasi Program Illiza–Afdhal
Afdhal menegaskan bahwa kepemimpinan dirinya bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, berorientasi pada program nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di bidang ekonomi dan kesejahteraan sosial, angka kemiskinan di Banda Aceh berhasil ditekan menjadi 5,45 persen, dengan sekitar 4.000 jiwa keluar dari garis kemiskinan. Meski demikian, perhatian khusus tetap diberikan kepada warga miskin ekstrem dengan pendapatan di bawah Rp800 ribu per bulan melalui penguatan UMKM, akses permodalan, dan pemberdayaan berbasis gampong.
Berbagai kolaborasi lintas sektor juga dilakukan, termasuk subsidi daging meugang untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus melestarikan tradisi lokal.
Di sektor pembangunan manusia, penguatan karakter generasi muda dilakukan melalui pendidikan diniyah, pembinaan remaja masjid, serta pelatihan keterampilan melalui program Banda Aceh Academy. Langkah ini bertujuan membentuk generasi yang cerdas secara akademik, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian sosial.
Sementara pada aspek pelayanan publik dan kesehatan, angka stunting di Banda Aceh menunjukkan tren penurunan menjadi 21,7 persen melalui penguatan layanan kesehatan dasar dan program jemput bola seperti Dokter Saweu.
Cakupan layanan air bersih kini telah menjangkau lebih dari 92 persen penduduk. Bahkan selama Ramadan, air bersih untuk masjid dan meunasah digratiskan guna mendukung kelancaran ibadah masyarakat. Reformasi birokrasi berbasis teknologi informasi juga terus dioptimalkan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan.
Di bidang lingkungan, komitmen menjaga kebersihan kota kembali dibuktikan dengan raihan Adipura ke-11. Pemerintah menekankan bahwa budaya bersih harus menjadi karakter bersama, bukan sekadar target penghargaan.
Penegakan syariat Islam dan ketertiban umum juga dilakukan secara humanis dan edukatif, termasuk penguatan peran Satpol PP dan Wilayatul Hisbah di tingkat kecamatan guna menjaga rasa aman selama Ramadan.
Menutup arahannya, Afdhal mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam membangun Banda Aceh.
“Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Spirit Kota Kolaborasi menempatkan pemerintah sebagai pelayan dan masyarakat sebagai mitra. Dengan kebersamaan, insya Allah Banda Aceh menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkasnya.
Safari Ramadan ditutup dengan tausiah agama dan salat tarawih berjamaah bersama masyarakat setempat.
Editor: Dahlan












