Home / Daerah

Rabu, 29 Oktober 2025 - 21:52 WIB

Komunikasi Publik Kunci Bangun Kepercayaan Masyarakat, Sumut Jadi Tuan Rumah Rembuk Nasional

mm Redaksi

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Muhammad Suib, yang mewakili Sekda Sumut, saat membuka Rembuk Komunikasi Publik Edisi II di Aula BPSDM Medan, Rabu (29/10/2025). dok. Ist

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Muhammad Suib, yang mewakili Sekda Sumut, saat membuka Rembuk Komunikasi Publik Edisi II di Aula BPSDM Medan, Rabu (29/10/2025). dok. Ist

Medan – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa komunikasi publik menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Sumut, Dr. H. Muhammad Suib, yang mewakili Sekda Sumut, saat membuka Rembuk Komunikasi Publik Edisi II di Aula BPSDM Medan, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital RI dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Menurut Dr. Suib, acara ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas ASN di bidang informasi, komunikasi publik, dan kehumasan pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Enam Atlet Aceh Timur Lolos Popnas XVII, Bupati Iskandar Beri Pesan Khusus

“Rembuk ini menjadi sarana penting bagi ASN agar tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ia menekankan, komunikasi publik yang efektif tidak hanya sekadar menyampaikan pesan, tetapi harus membangun partisipasi, membuka ruang dialog, dan memastikan informasi pembangunan tersampaikan dengan jelas dan bermakna.

Tantangan dan Peluang Transformasi Digital

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh, Dr. Edi Yandra, turut memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang mengangkat tema strategi komunikasi di era digital. Menurutnya, transformasi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi pemerintah daerah dalam menyebarkan kebijakan publik.

Baca Juga :  BSI Aceh Audiensi dengan Pangdam IM Bahas Sinergi

“Informasi kebijakan Pemerintah Aceh harus dikemas secara kreatif, ringkas, dan relevan agar mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda. Kita harus beralih dari sekadar pengumuman menjadi narasi yang berdampak dan menjawab kebutuhan publik,” jelas Edi Yandra.

Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan media milik pemerintah daerah sebagai sumber informasi yang kredibel. Oleh karena itu, pemerintah Aceh berkomitmen meningkatkan kapasitas SDM di lingkungan Kominfo agar mampu mengelola informasi dan merespons isu publik secara cepat dan proaktif.

Baca Juga :  Duta Wisata Sabang 2025 Bagikan Inspirasi dan Destinasi Menarik di RRI Banda Aceh

Sinergi Digital untuk Pemerintahan Modern

Di era digital, keterbukaan informasi menjadi kunci utama. Dr. Edi Yandra menekankan pentingnya sinergi dengan media massa, influencer, dan komunitas digital untuk memastikan penyebaran informasi kebijakan berjalan efektif serta mencegah disinformasi.

“Kami berharap setiap kebijakan Pemerintah Aceh dapat dipahami dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga dukungan dan partisipasi publik dalam pembangunan semakin kuat. Ekosistem digital akan menjadi sarana mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, terbuka, dan modern,” tutupnya.***

Editor: RedaksiReporter: Tika Fitri Lestari

Share :

Baca Juga

Daerah

Syeh Muharram: Aceh Besar Wajib Maju, Saatnya Keluar dari Keterpurukan

Daerah

Perkuat Sinergi UMKM, APIKI Aceh Jalin Kolaborasi dengan Disperindag Aceh

Daerah

Kesempatan Emas Pemuda Aceh, Daftar Jadi Prajurit TNI AD 2025
Kapolda Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Tegaskan Pembinaan Polisi Bernilai Syariat

Daerah

Ketua Forikan Aceh Salurkan 5 Ton Ikan Segar untuk Masyarakat Aceh Tenggara

Daerah

USK Tingkatkan Reputasi Alumni Demi Kampus World Class

Daerah

Dapur Makan Bergizi Gratis Diduga Beroperasi Tanpa Pengawasan

Daerah

Jembatan Idano Noyo Dibangun Ulang dengan Kelas A, Anggaran Rp46,7 Miliar