Kuala Lumpur – Timnas Indonesia U-17 dipastikan menghadapi persaingan sengit pada ajang Piala Asia U-17 2026 setelah hasil undian menempatkan Garuda Muda di Grup B bersama Jepang, Tiongkok, dan Qatar.
Drawing resmi digelar oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) di Kuala Lumpur, Kamis (12/2/2026). Turnamen ini akan berlangsung di Arab Saudi pada 30 April hingga 17 Mei 2026 dengan diikuti 16 negara yang terbagi dalam empat grup.
Grup B Disebut “Grup Neraka”
Bergabungnya Indonesia dengan Jepang membuat Grup B langsung dicap sebagai salah satu grup terberat. Jepang dikenal konsisten melahirkan talenta muda berkualitas dan kerap melaju jauh di turnamen kelompok usia.
Tiongkok juga tak bisa dipandang sebelah mata. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menunjukkan peningkatan signifikan di level junior. Sementara Qatar punya pengalaman internasional mumpuni serta sistem pembinaan modern.
Dengan komposisi tersebut, setiap laga diprediksi berjalan ketat. Selisih satu gol bisa menjadi pembeda nasib di klasemen akhir.
Modal Positif Garuda Muda
Indonesia melangkah ke putaran final melalui jalur otomatis setelah sukses tampil di Piala Dunia U-17 2025. Capaian itu menjadi bukti perkembangan signifikan sepak bola usia muda Tanah Air.
Pada edisi sebelumnya, Garuda Muda juga tampil impresif di Piala Asia U-17 2025 dengan menembus babak perempat final. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga menghadapi tekanan di turnamen 2026.
Secara mental, skuad muda Indonesia kini dinilai lebih matang. Mereka sudah terbiasa menghadapi atmosfer kompetisi level Asia bahkan dunia.
Peta Persaingan Antar Grup
Berikut hasil lengkap drawing:
Grup A
Arab Saudi, Tajikistan, Thailand, Myanmar
Grup B
Jepang, Indonesia, Tiongkok, Qatar
Grup C
Korea Selatan, Yaman, Vietnam, Uni Emirat Arab
Grup D
Uzbekistan, Australia, India, Korea Utara
Melihat komposisi tersebut, hampir seluruh grup menyajikan rivalitas menarik. Namun sorotan utama tetap tertuju pada Grup B yang dihuni dua kekuatan tradisional Asia dan dua tim dengan ambisi besar.
Fokus Persiapan
Dengan waktu sekitar dua bulan sebelum kick-off, tim pelatih Indonesia dituntut memaksimalkan pemusatan latihan dan agenda uji coba internasional. Konsistensi, disiplin bertahan, serta efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi kunci.
Target realistis adalah lolos dari fase grup. Namun jika mampu menjaga performa stabil, peluang melangkah lebih jauh bukan hal mustahil.
Piala Asia U-17 2026 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga panggung pembuktian generasi muda Indonesia di level kontinental. Kini, tantangan sudah di depan mata. Garuda Muda tinggal menjawabnya di lapangan.***
Editor: DahlanReporter: Syaiful AB












