Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP, MM, menegaskan komitmennya untuk membenahi sektor pendidikan dengan menargetkan Kabupaten Aceh Barat menjadi daerah dengan kualitas pendidikan terbaik di Provinsi Aceh pada tahun 2028.
Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Barat yang dihadiri jajaran Disdikbud, pengawas sekolah, serta kepala sekolah se-Kabupaten Aceh Barat di Aula Gedung B Disdikbud, Senin (27/7/2026).
Dalam arahannya, Tarmizi mengatakan Rakornis menjadi langkah awal membangun sistem pendidikan yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, setiap persoalan pendidikan harus dibahas secara komprehensif agar menghasilkan solusi jangka pendek, menengah, dan panjang dengan target yang jelas.
“Semua program yang disusun harus memiliki arah yang jelas dan tidak lagi sekadar program copy-paste dari tahun ke tahun. Kita harus mengetahui posisi Aceh Barat saat ini dan berusaha naik kelas setiap tahunnya,” ujar Tarmizi.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pendidikan agar tidak terjebak pada pola kerja rutinitas tanpa inovasi. Menurutnya, kemajuan pendidikan hanya dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan bekerja dengan target yang jelas dan berorientasi pada prestasi.
“Kita harus bekerja dengan hati, memiliki target, dan berorientasi pada prestasi. Jangan merasa puas dengan kondisi saat ini. Pendidikan Aceh Barat harus berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.
Bupati menambahkan, sektor pendidikan mendapat dukungan anggaran yang besar melalui alokasi minimal 20 persen dari APBD. Karena itu, anggaran tersebut harus dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan sekadar menghabiskan anggaran tanpa hasil yang terukur.
Selain peningkatan kualitas pendidikan, Tarmizi juga memberi perhatian terhadap kesehatan peserta didik. Ia menginstruksikan pembentukan tim khusus pengawasan kantin sekolah yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, serta rumah sakit.
Tim tersebut akan bertugas memastikan makanan dan minuman yang dijual di kantin SD dan SMP aman dikonsumsi siswa.
“Saya minta agar seluruh sekolah menghentikan penjualan makanan maupun minuman yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan anak, serta menggantinya dengan produk yang lebih sehat dan bergizi,” katanya.
Di akhir arahannya, Tarmizi mengajak seluruh jajaran Disdikbud Aceh Barat memperkuat kebersamaan dalam mewujudkan perubahan pendidikan yang lebih berkualitas.
Ia berharap seluruh unsur pendidikan memiliki komitmen yang sama untuk mencapai target menjadikan Aceh Barat sebagai kabupaten dengan kualitas pendidikan terbaik di Aceh pada 2028.
“Saya ingin Dinas Pendidikan menjadi keluarga besar yang memiliki satu tujuan. Kita targetkan pada tahun 2028 pendidikan Aceh Barat menjadi yang terbaik di seluruh Aceh. Target ini harus menjadi komitmen bersama dan diwujudkan melalui kerja nyata,” pungkasnya.
Editor: Dahlan










