Home / Politik

Selasa, 7 April 2026 - 13:18 WIB

Alokasi Rp4 Miliar per Anggota DPRA Dinilai Kurang, Martini Tekankan Transparansi Pokir

mm Tiara Ayu Juneva

Anggota DPRA Fraksi Partai NasDem, Martini, menyampaikan keterbatasan anggaran Pokir di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (6/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Anggota DPRA Fraksi Partai NasDem, Martini, menyampaikan keterbatasan anggaran Pokir di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (6/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Anggota DPRA Fraksi Partai NasDem, Martini, mengungkap besaran alokasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan yang hanya Rp4 miliar per orang. Dalam Rapat Paripurna Tahun 2026, Martini menilai angka ini tidak cukup untuk menampung semua aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

“Kita hanya mendapatkan Rp4 miliar untuk Pokir per anggota, itu sangat terbatas. Banyak aspirasi masyarakat yang ingin kita realisasikan, tapi alokasi ini belum mencukupi,” ungkap Martini di Gedung DPRA, Banda Aceh, Senin (6/4/2026).

Baca Juga :  Presiden Prabowo: Indonesia Tenang Hadapi Gejolak Global, Fokus Jaga Stabilitas Nasional

Menurut Martini, sebagian besar dana Pokir digunakan untuk pembangunan rumah ibadah, yaitu Rp3,5 miliar untuk masjid, Rp300 juta untuk sekolah, dan Rp200 juta untuk dayah. Ia menekankan bahwa anggaran ini harus dikelola secara transparan agar aspirasi masyarakat yang disampaikan saat reses benar-benar terealisasi.

Baca Juga :  Puan Maharani Takziah ke Rumah Ojol Korban Rantis, Pastikan Keluarga Dapat Bantuan

Martini juga menyoroti adanya perbedaan besar antara kebutuhan masyarakat di lapangan dan besaran dana yang tersedia. “Di lapangan, banyak proyek yang membutuhkan dana lebih besar. Dengan Rp4 miliar, kita harus selektif dan ini tentu tidak bisa menampung semua aspirasi,” tambahnya.

Selain itu, Martini mendorong agar setiap dokumen Pokir dicatat dengan jelas dan tidak ada pemotongan anggaran saat disalurkan melalui Pemerintah Aceh. Hal ini penting agar publik mengetahui bagaimana dana digunakan dan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat.

Baca Juga :  Prabowo Cabut 4 Izin Tambang, DPR: Perusahaan Wajib Ikuti Regulasi

Legislator ini juga menyarankan agar DPRA melakukan evaluasi setiap tahun terhadap besaran Pokir, mengingat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Ia berharap Pemerintah Aceh mempertimbangkan kenaikan anggaran Pokir agar lebih banyak aspirasi masyarakat bisa terakomodasi.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Politik

Panglima KPA Wilayah Aceh Tamiang Serukan Persatuan dan Perdamaian Menjelang Milad GAM ke-49

News

PSID Sebut SBY Konsisten Pilih Jalur Diplomasi dalam Menyikapi Konflik Dunia

Parlementarial

Anggota Komisi III DPRA Dukung Pembangunan PLTSa, Dorong Aceh Masuk dalam Revisi Perpres 35/2018 sebagai Lokasi Prioritas

Politik

Wamenhan Pimpin Entry Meeting Satgas Pemanfaatan BMN Kemhan dan TNI 2025

Politik

Wamenhan Terima Kunjungan Sespimti Polri, Tekankan Pentingnya Sinergi Pertahanan Nasional

Politik

Hangatnya Diplomasi: Presiden Prabowo Jamuan Malam Bersama Macron di Istana Élysée

Politik

Wagub Aceh: Muswil PKS Momentum Strategis Teguhkan Komitmen Pengabdian

Opini

Tuding Hasan Nasbi Langgar UU BUMN, PKN: Mundur atau Profesional!