Jakarta – Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan, dana umat memiliki potensi luar biasa jika dikelola secara optimal dan kolektif. Ia menyebutkan, jika lembaga keuangan umat Islam dapat bersinergi, maka dana yang terkumpul bisa mencapai Rp500 triliun.
“Lembaga penghimpun zakat umat Islam ini kalau dikumpulkan bisa mencapai Rp500 triliun. Jika ditambahkan dengan pajak, totalnya bisa menjadi Rp2.500 triliun. Apalagi kalau bersinergi dengan kelompok agama lain, maka bantuan sosial kita akan lebih tepat sasaran tanpa tumpang tindih,” jelas Menag dalam Rakornas Baznas, Selasa (27/8/2025).
Menag juga menyoroti pentingnya pendataan umat Islam yang memiliki tabungan di lembaga keuangan. Menurutnya, jika seluruh umat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi, maka dana yang terkumpul bisa mencapai Rp230 triliun.
“Hingga 2025 kita (Baznas) baru bisa mengumpulkan sekitar Rp41 triliun dana umat. Padahal potensinya jauh lebih besar. Oleh karena itu, kita merencanakan membentuk Lembaga Pemberdayaan Dana Umat agar zakat, infak, dan sedekah bisa lebih terkelola secara profesional dan berdampak luas,” tambahnya.
Ia menilai Baznas selama ini sudah berkontribusi nyata dalam bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, hingga ekonomi umat. Namun, penguatan kelembagaan dan digitalisasi dinilai penting agar target pengumpulan zakat sesuai RPJMN 2025–2029 bisa tercapai.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Baznas menyampaikan bahwa Rakornas 2025 bertujuan memperkuat kelembagaan Baznas di seluruh Indonesia, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Ia menegaskan, pengumpulan dan pendistribusian zakat diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional serta bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
Rakornas tahun ini juga ditandai dengan peluncuran tiga program pendidikan, yaitu beasiswa untuk 10 ribu santri, program 1 ribu madrasah layak belajar, serta 1.580 Beasiswa Cendekia Negeri bagi mahasiswa S1 dari 183 kampus di Indonesia.***
Editor: RedaksiReporter: Redaksi