ACEH TENGAH — Putusnya Jembatan Perintis Garuda di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, mengakibatkan akses masyarakat antara Kampung Jamat dan Reje Payung terganggu. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah bersama masyarakat melakukan langkah darurat untuk membuka akses penyeberangan sementara, Minggu (27/9/2026).
Langkah penanganan diawali dengan briefing yang dipimpin Danramil 05/Linge Lettu Inf Mukhlis bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas serta masyarakat Kampung Jamat dan Reje Payung. Dalam kegiatan tersebut dibahas langkah penanganan sementara untuk membantu masyarakat tetap beraktivitas meski akses jembatan utama mengalami kerusakan.
Petugas bersama masyarakat kemudian bergotong royong membuat sarana penyeberangan darurat berupa jembatan tali berkeranjang. Sarana tersebut disiapkan sebagai akses sementara bagi warga untuk menyeberangkan orang maupun barang dari Kampung Jamat menuju Reje Payung dan sebaliknya.
Selain pembuatan akses darurat, petugas juga melakukan pemasangan seling sebagai pengait dan pengaman untuk mendukung rencana penggunaan perahu penyeberangan dari BPBD Aceh Tengah yang dijadwalkan mendapat dukungan pada Senin (28/9/2026).
Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto melalui Danramil 05/Linge Lettu Inf Mukhlis mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak putusnya jembatan sekaligus memastikan akses warga tetap tersedia selama penanganan lebih lanjut.
“Untuk sementara kita berupaya membuka akses penyeberangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Namun, faktor keamanan dan keselamatan warga tetap menjadi perhatian utama dalam penggunaan sarana darurat tersebut,” ujarnya
Menurutnya, koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan, termasuk untuk mendukung penggunaan perahu penyeberangan dari BPBD Aceh Tengah. Kehadiran perahu tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat selama Jembatan Perintis Garuda belum dapat digunakan.
Saat ini, masyarakat sudah dapat memanfaatkan jembatan tali berkeranjang secara bergantian dengan pendampingan petugas. Akses tersebut menjadi solusi sementara sembari menunggu penanganan lebih lanjut terhadap jembatan utama agar masyarakat dapat kembali memiliki akses penyeberangan yang lebih aman dan memadai.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk sinergi TNI, Polri dan masyarakat dalam menangani kondisi darurat serta membantu menjaga mobilitas warga di wilayah Kecamatan Linge.(*)
Editor: Dahlan










